Di Tengah Kesibukan Kunjungan Kerja, Dr. Syartiwidya Luangkan Waktu Mendengar “Curhat” Mitra dan Kepala SPPG hingga Dini Hari
DHARMASRAYA – Di tengah padatnya agenda kunjungan kerja ke Sumatera Barat, Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP, M.Si menunjukkan gaya kepemimpinan yang humanis, terbuka, dan solutif. Jumat malam (5/6/2026), usai menjalani serangkaian rapat koordinasi dan kunjungan lapangan sejak pagi hingga malam, beliau masih menyempatkan diri bertemu langsung dengan para Mitra/Yayasan dan Kepala SPPG se-Kabupaten Dharmasraya di Alinia Park & Resort.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Drs. H. Marlis, MM, Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat sekaligus Owner Alinia Park & Resort tersebut berlangsung hangat, santai, namun penuh makna. Tidak ada sekat formalitas yang berlebihan. Para peserta diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Malam itu, forum tidak hanya dihadiri oleh Mitra dan Kepala SPPG dari Dharmasraya. Sejumlah Mitra dari Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang juga rela menempuh perjalanan jauh demi dapat berdialog langsung dengan Kepala KPPG Pekanbaru dan menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di wilayah masing-masing.
Suasana diskusi pun berubah menjadi forum “curhat” yang konstruktif. Berbagai persoalan mulai dari koordinasi lapangan, hubungan kerja antara unsur pelaksana, kendala administrasi, pemenuhan standar operasional SPPG, hingga berbagai dinamika yang muncul dalam pelaksanaan Program MBG disampaikan secara terbuka.
Alih-alih memberikan jawaban normatif, Dr. Syartiwidya memilih mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan. Beberapa kali beliau memberikan penjelasan, arahan, bahkan solusi praktis yang dapat segera diterapkan di lapangan.
“Program sebesar MBG tentu tidak akan berjalan sempurna tanpa komunikasi yang baik. Karena itu saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi persoalan di lapangan. Jangan dipendam. Sampaikan agar kita bisa mencari solusi bersama,” ujar Dr. Syartiwidya di hadapan peserta.
Bagi banyak peserta, kesempatan tersebut menjadi momen yang sangat berharga. Tidak setiap hari para pelaksana lapangan dapat bertemu langsung dengan pimpinan KPPG dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan. Berbagai miskomunikasi yang selama ini terjadi dapat dijelaskan secara langsung sehingga memberikan pemahaman yang lebih utuh bagi seluruh pihak.
Menurut Drs. H. Marlis, MM, forum semacam ini sangat penting untuk menjaga harmonisasi seluruh unsur pelaksana MBG di daerah.
“Program MBG adalah program besar yang melibatkan banyak pihak. Tentu di lapangan akan muncul berbagai dinamika. Karena itu dibutuhkan ruang dialog yang terbuka agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi kesediaan Bapak Dr. Syartiwidya yang di tengah agenda beliau yang sangat padat masih meluangkan waktu untuk mendengar langsung aspirasi dari Mitra dan Kepala SPPG,” ungkap Marlis.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam kunjungan kerja Kepala KPPG Pekanbaru ke Sumatera Barat yang berlangsung selama tiga hari. Sebelumnya, Dr. Syartiwidya telah memimpin Rapat Koordinasi MBG di Kabupaten Solok, dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi MBG di Kota Solok, kemudian menghadiri Rapat Koordinasi MBG Kabupaten Dharmasraya bersama Bupati, Satgas MBG, OPD terkait, Mitra, Yayasan, dan Kepala SPPG.
Tidak hanya itu, di sela-sela agenda yang padat tersebut, beliau juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPPG untuk memastikan kesiapan dan kepatuhan terhadap standar Badan Gizi Nasional. Bahkan, Dr. Syartiwidya juga menyempatkan diri mengunjungi Kebun Pisang Barangan Merah Alinia Food Estate di Nagari Gunung Medan yang dikembangkan sebagai salah satu upaya mendukung ketersediaan bahan baku lokal bagi Program MBG.
Namun, forum malam itu ternyata tidak berhenti hanya pada sesi dialog dan diskusi bersama seluruh peserta. Setelah agenda utama selesai, Dr. Syartiwidya masih melanjutkan tugasnya dengan memimpin sesi mediasi khusus antara beberapa Kepala SPPG dan Mitra/Yayasan yang berasal dari Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kota Padang. Mediasi tersebut turut didampingi langsung oleh Drs. H. Marlis, MM.
Mediasi dilakukan karena sejumlah persoalan yang terjadi di beberapa SPPG telah memasuki tahap yang cukup serius dan berpotensi mengganggu kelancaran operasional pelayanan kepada penerima manfaat Program MBG. Berbagai persoalan yang selama ini belum menemukan titik temu akhirnya dibuka secara jujur dan terbuka di hadapan Kepala KPPG Pekanbaru.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan namun tetap objektif, Dr. Syartiwidya dan Drs. H. Marlis, MM mendengarkan penjelasan dari masing-masing pihak secara bergantian. Keduanya berupaya menjembatani berbagai perbedaan pandangan agar tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang dapat merugikan program dan masyarakat penerima manfaat.
“Jangan sampai ego pribadi, miskomunikasi, atau perbedaan persepsi mengorbankan kepentingan masyarakat. Yang harus kita selamatkan adalah programnya, karena di balik program ini ada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kita,” tegas Dr. Syartiwidya.

Sementara itu, Marlis mengingatkan bahwa keberhasilan operasional SPPG sangat ditentukan oleh harmonisasi hubungan antara Mitra/Yayasan dan Kepala SPPG.
“Tidak ada Mitra yang bisa berjalan sendiri tanpa Kepala SPPG, dan tidak ada Kepala SPPG yang bisa sukses tanpa dukungan Mitra. Keduanya adalah satu kesatuan yang harus saling menghormati, saling mendukung, dan saling menguatkan demi keberhasilan Program MBG,” tegas Marlis.
Suasana mediasi yang awalnya berlangsung cukup serius perlahan berubah menjadi lebih cair. Beberapa kesalahpahaman yang selama ini menjadi sumber permasalahan berhasil diurai satu per satu, sementara sejumlah pihak menyatakan komitmennya untuk memperbaiki komunikasi serta membangun hubungan kerja yang lebih profesional ke depan.
Kegiatan yang berlangsung secara maraton tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan Kepala KPPG Pekanbaru dalam memastikan Program MBG berjalan baik di lapangan. Bahkan ketika sebagian besar peserta telah beristirahat, proses dialog dan mediasi masih terus berlangsung hingga sekitar pukul 01.30 WIB dini hari.
Bagi para Mitra dan Kepala SPPG yang hadir, malam itu bukan sekadar forum koordinasi biasa. Lebih dari itu, menjadi ruang penyelesaian masalah yang nyata, tempat berbagai keluhan didengar, konflik dimediasi, dan solusi dicari bersama demi menjaga keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional.
Malam itu, Alinia Park & Resort tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah pertemuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya solusi, pemulihan komunikasi, dan penguatan komitmen bersama. Di tengah berbagai tantangan pelaksanaan Program MBG, pertemuan yang berlangsung hingga dini hari tersebut membuktikan bahwa komunikasi, keterbukaan, dan kemauan untuk saling mendengar tetap menjadi fondasi utama dalam membangun program yang berpihak kepada masyarakat dan generasi masa depan Indonesia.
Oleh : Drs. H. Marlis, MM, C.Med ( Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat )



