DR. Syartiwidya Tegaskan: Kepala SPPG adalah LEADER, Bukan BOS

DR. Syartiwidya Tegaskan: Kepala SPPG adalah LEADER, Bukan BOS

Kota Solok, 4 Juni 2026 – Pemerintah Kota Solok bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (4/6/2026) di Kantor Walikota Solok.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP, M.Si, Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Sumatera Barat Drs. H. Marlis, MM, unsur Satgas MBG Kota Solok, para Mitra/Yayasan, serta Kepala SPPG yang beroperasi di Kota Solok.

Iklan

Rakor ini menjadi forum evaluasi dan penguatan koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang selama ini berjalan dengan baik di Kota Solok sekaligus menjadi momentum penyampaian berbagai arahan strategis dari Badan Gizi Nasional kepada seluruh pelaksana program di lapangan.

IMG 20260604 WA0110

Dalam pemaparannya, terungkap bahwa Kota Solok berhasil mencatatkan capaian yang sangat membanggakan dalam pelaksanaan Program MBG. Dari target yang ditetapkan, seluruh 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terealisasi atau mencapai 100 persen, dengan jumlah 30.558 penerima manfaat yang tersebar di seluruh wilayah Kota Solok.

Capaian tersebut mengantarkan Kota Solok meraih penghargaan dari Badan Gizi Nasional pada tahun 2025 sebagai daerah dengan progres pembangunan SPPG tercepat, sekaligus menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis secara menyeluruh.

Dalam sambutannya, Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solok akan terus memberikan dukungan penuh terhadap Program MBG karena manfaatnya yang sangat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA  Dari MTsN 2 Pasaman Menuju Panggung Dunia: Metoda Pare Kampung Inggris Alinia Cetak Juara Provinsi dan Generasi Global

“Pemerintah Kota Solok berkomitmen memberikan dukungan maksimal terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Program ini merupakan investasi besar bagi masa depan generasi bangsa. Alhamdulillah, hingga saat ini operasional MBG di Kota Solok berjalan lancar dan relatif tidak terdapat permasalahan yang serius. Ke depan, sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun harus terus diperkuat agar manfaat program ini semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ramadhani Kirana Putra.

Sementara itu, Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP, M.Si memberikan apresiasi atas capaian Kota Solok yang dinilai menjadi salah satu daerah terbaik dalam pelaksanaan Program MBG.

Namun demikian, di hadapan seluruh Kepala SPPG, SPPI, Korwil, Satgas dan Mitra/Yayasan, Dr. Syartiwidya menyampaikan sejumlah arahan tegas terkait profesionalisme pelaksana program.

“Saya ingin menegaskan bahwa Kepala SPPG adalah leader, bukan bos. Seorang leader harus mampu menjadi teladan, hadir di tengah tim, menjaga etika kerja, membangun komunikasi yang baik, serta memastikan seluruh proses operasional berjalan sesuai ketentuan. Jangan sampai ada Kepala SPPG yang hanya memberi perintah tetapi minim pengawasan dan pendampingan di lapangan,” tegasnya.

Menurut Dr. Syartiwidya, pihaknya selama ini masih menerima berbagai laporan terkait sikap dan perilaku sebagian Kepala SPPG maupun personel SPPI yang dinilai belum menunjukkan profesionalisme sebagaimana yang diharapkan oleh BGN.

“Saya masih menerima laporan tentang adanya Kepala SPPG yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya, termasuk ada yang jarang hadir di dapur, kurang melakukan pengawasan operasional, hingga kurang mampu membangun komunikasi yang baik dengan mitra. Bahkan ada pula laporan mengenai Korwil yang sulit diajak berkomunikasi dan kurang aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun stakeholder terkait. Kondisi seperti ini tentu tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Kantor BGN Digeledah Kejagung Sehari Setelah Dadan Dicopot, Ada Kasus Apa?

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan antara Mitra/Yayasan dan Kepala SPPG sebagai salah satu kunci keberhasilan Program MBG.

“Saya meminta seluruh Mitra dan Kepala SPPG untuk menjaga hubungan yang harmonis, saling menghormati tugas dan kewenangan masing-masing, serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap persoalan. Program ini hanya bisa berhasil apabila semua pihak bekerja sebagai satu tim,” katanya.

Lebih lanjut, Dr. Syartiwidya menegaskan bahwa seluruh SPPI, Korwil dan Kepala SPPG harus mampu membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.

“Saya meminta seluruh SPPI, Korwil dan Kepala SPPG agar bekerja secara profesional, menjaga integritas, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, satgas, mitra, yayasan, sekolah dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam Program MBG. Apabila ke depan tidak ada perubahan dan perbaikan kinerja, maka akan kami usulkan untuk dilakukan rotasi ke daerah lain sesuai kebutuhan organisasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Syartiwidya juga meluruskan persepsi yang selama ini berkembang terkait struktur koordinasi dalam pelaksanaan Program MBG.

“Saya perlu meluruskan bahwa selama ini masih terdapat persepsi yang keliru terkait kedudukan Korwil dalam organisasi pelaksana MBG. Korwil bukanlah atasan dari Kepala SPPG. Korwil adalah SPPI yang diberikan tugas tambahan untuk melakukan koordinasi, monitoring, pendampingan dan komunikasi dengan Kepala SPPG di wilayah kerjanya yang selanjutnya dilaporkan kepada Kepala KPPG,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai ketentuan yang berlaku di Badan Gizi Nasional, atasan langsung seluruh personel SPPI, termasuk Korwil, adalah Kepala KPPG.

BACA JUGA  Heboh Isu “Pocong Begal” di Padang, Satpol PP: Jangan Panik dan Jangan Percaya Mentah-Mentah

“Oleh karena itu saya meminta seluruh pihak memahami struktur organisasi ini secara benar agar tidak terjadi lagi kesalahan tafsir di lapangan. Jangan sampai ada pihak yang merasa lebih tinggi atau lebih berwenang dari yang diatur dalam ketentuan organisasi. Hubungan Korwil dan Kepala SPPG adalah hubungan koordinatif, bukan hubungan atasan dan bawahan,” tegas Dr. Syartiwidya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program MBG hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur pelaksana memahami peran dan fungsi masing-masing serta mengedepankan koordinasi, komunikasi dan kerja sama yang sehat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat, Drs. H. Marlis, MM, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Kota Solok yang telah menuntaskan seluruh target pembangunan SPPG.

“Capaian 13 SPPG aktif dengan 30.558 penerima manfaat menunjukkan bahwa Kota Solok memiliki komitmen dan kolaborasi yang sangat baik dalam mendukung Program MBG. Ini merupakan prestasi yang patut diapresiasi dan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempercepat pembangunan dan operasional SPPG,” ujar Marlis.

Rakor MBG Kota Solok kemudian ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat koordinasi lintas sektor, menjaga harmonisasi hubungan antar pelaksana, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis terus memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat.

Dengan capaian 13 SPPG aktif dan 30.558 penerima manfaat, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Solok dan Badan Gizi Nasional, Kota Solok semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah terdepan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan layak menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengelolaan layanan pemenuhan gizi yang berkualitas, profesional dan berkelanjutan. (*/Redaksi )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses