Dari MTsN 2 Pasaman Menuju Panggung Dunia: Metoda Pare Kampung Inggris Alinia Cetak Juara Provinsi dan Generasi Global
Oleh : Drs.H.Marlis,MM, C.Med ( Pembina Kampung Inggris Alinia )
Pasaman, 1 Juni 2026 – Di tengah semakin tingginya tuntutan kompetensi global, kemampuan berbahasa Inggris tidak lagi menjadi sekadar nilai tambah, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar bagi generasi muda yang ingin bersaing di era internasional. Berangkat dari kesadaran tersebut, MTsN 2 Pasaman kembali menjalin kolaborasi strategis dengan Kampung Inggris Alinia (KIA) dalam pelaksanaan Program Pembelajaran Bahasa Inggris Metoda Pare Batch 2 yang berlangsung pada 20 April hingga 2 Juni 2026.

Program yang diikuti oleh 57 siswa ini dilaksanakan di lingkungan MTsN 2 Pasaman, yang beralamat di Jl. Medan Tarung-Tarung, di bawah kepemimpinan M. Yanto, S.Pd., M.MPd selaku Kepala Madrasah.
Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program sebelumnya yang telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa. Melalui pendekatan khas Metoda Pare, peserta didik tidak hanya diajarkan teori dan tata bahasa, tetapi juga dibiasakan untuk berani berbicara, berdialog, berpresentasi, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari.

Metoda yang dikembangkan dan diterapkan oleh Kampung Inggris Alinia ini menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Suasana belajar dibuat lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan sehingga siswa mampu menghilangkan rasa takut dan membangun kepercayaan diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
Keberhasilan program ini sesungguhnya telah mulai terlihat sejak pelaksanaan Batch 1 sebelumnya. Dua siswi MTsN 2 Pasaman yang merupakan peserta Program Kampung Inggris Alinia berhasil mengukir prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Asyifa Aulia Nasution berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Provinsi Sumatera Barat, sementara Naura Aqilla sukses meraih Juara 3 Speech Contest Tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembelajaran Bahasa Inggris yang dilakukan secara intensif, berkelanjutan, dan berorientasi pada praktik komunikasi mampu menghasilkan capaian nyata yang dapat dibanggakan.
Kepala MTsN 2 Pasaman, M. Yanto, S.Pd., M.MPd, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan Kampung Inggris Alinia.
“Kami melihat perubahan yang sangat positif pada siswa. Mereka menjadi lebih percaya diri, lebih aktif, dan lebih berani menggunakan Bahasa Inggris. Prestasi yang diraih oleh siswa kami di tingkat provinsi menjadi bukti bahwa program ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Miss Tasya Salsabila, tutor Kampung Inggris Alinia yang ditugaskan mendampingi kegiatan Batch 2, mengaku bangga melihat perkembangan para peserta selama program berlangsung.
“Sejak awal kegiatan, siswa menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. Mereka tidak takut lagi untuk mencoba berbicara dalam Bahasa Inggris. Bagi kami, keberanian untuk berbicara adalah fondasi utama dalam penguasaan bahasa. Ketika rasa takut berhasil dihilangkan, proses belajar menjadi jauh lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Menurut Miss Tasya, keberhasilan Asyifa Aulia Nasution dan Naura Aqilla menjadi motivasi yang sangat kuat bagi peserta Batch 2.
“Kami selalu menyampaikan kepada siswa bahwa prestasi besar berawal dari keberanian untuk mencoba. Kakak-kakak mereka sudah membuktikannya. Sekarang giliran peserta Batch 2 untuk melanjutkan tradisi prestasi tersebut,” tambahnya.
Dukungan penuh terhadap program ini juga disampaikan oleh Miss Yuni Kusmiati, Manager Kampung Inggris Alinia, yang saat ini tengah fokus melakukan penguatan kelembagaan dan ekspansi program ke berbagai daerah, termasuk Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
“Prestasi siswa MTsN 2 Pasaman merupakan bukti bahwa anak-anak daerah memiliki potensi yang luar biasa. Mereka hanya membutuhkan akses, metode pembelajaran yang tepat, dan lingkungan yang mampu membangun rasa percaya diri mereka. Karena itu, kami terus berupaya memperluas manfaat program Kampung Inggris Alinia ke lebih banyak sekolah dan daerah, termasuk pengembangan program di Pekanbaru,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan di MTsN 2 Pasaman menjadi salah satu model terbaik implementasi pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Metoda Pare yang dapat direplikasi di berbagai sekolah lainnya.
“Target kami bukan hanya menciptakan siswa yang mampu menjawab soal Bahasa Inggris, tetapi menciptakan generasi yang mampu berkomunikasi, berpikir global, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Miss Yuni.
Sementara itu, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, selaku Pembina Kampung Inggris Alinia, menegaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu instrumen penting dalam menyiapkan generasi Indonesia menghadapi persaingan global.
“Anak-anak kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah arus globalisasi. Mereka harus dipersiapkan menjadi pelaku utama, inovator, entrepreneur, akademisi, dan pemimpin masa depan yang mampu berkomunikasi dengan dunia. Bahasa Inggris adalah salah satu kunci untuk membuka pintu kesempatan tersebut,” ujarnya.
Marlis menambahkan bahwa prestasi yang diraih oleh Asyifa Aulia Nasution dan Naura Aqilla merupakan bukti bahwa potensi luar biasa dapat lahir dari daerah apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
“Prestasi tidak pernah berbohong. Ketika sekolah, orang tua, dan lembaga pendidikan mampu berkolaborasi secara serius, maka lahirlah generasi-generasi unggul yang mampu mengharumkan nama daerahnya. Apa yang dicapai oleh dua siswi MTsN 2 Pasaman ini hendaknya menjadi inspirasi bahwa anak-anak Pasaman mampu bersaing bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Melalui kolaborasi berkelanjutan antara MTsN 2 Pasaman dan Kampung Inggris Alinia, diharapkan akan lahir semakin banyak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, kepercayaan diri, dan wawasan global.
Keberhasilan program ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang tepat bukan hanya menghasilkan lulusan yang pandai menjawab soal, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang siap berdiri di panggung dunia.
Oleh : Drs. H. Marlis, MM, C.Med
Pembina Kampung Inggris Alinia (KIA)




