MBG Bukan Sekadar Makan Siang Gratis: Kelompok Rentan Harus Menjadi Prioritas Utama

MBG Bukan Sekadar Makan Siang Gratis: Kelompok Rentan Harus Menjadi Prioritas Utama

Jakarta – Masih banyak yayasan, mitra, maupun pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya memahami sasaran utama program strategis nasional tersebut. Di lapangan, tidak sedikit yang menganggap MBG hanya identik dengan pemberian makanan kepada peserta didik di sekolah, sehingga berbagai langkah percepatan justru lebih banyak difokuskan pada penandatanganan kerja sama dengan sekolah-sekolah.

Padahal, berdasarkan arah kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), sasaran prioritas Program MBG adalah kelompok rentan yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, yang berada pada fase krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau golden period. Setelah kebutuhan kelompok tersebut terpenuhi, barulah program diperluas kepada peserta didik.

Iklan

Dalam berbagai forum konsolidasi dan penguatan pemahaman program MBG di berbagai daerah, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya secara konsisten menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak boleh hanya diukur dari banyaknya sekolah yang menerima manfaat, tetapi harus dilihat dari sejauh mana program mampu meningkatkan kualitas gizi kelompok rentan yang menjadi fondasi lahirnya generasi unggul Indonesia.

“Jangan sampai esensi program ini bergeser. Program MBG bukan sekadar program makan siang untuk siswa, tetapi merupakan investasi besar negara untuk menyelamatkan masa depan bangsa melalui pemenuhan gizi kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” tegas Sony Sonjaya.

BACA JUGA  Geger! Kejagung Mulai Usut 10 Raksasa Sawit, Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Tembus Jutaan Dolar

Menurutnya, fokus pada kelompok rentan merupakan strategi yang didasarkan pada kajian ilmiah dan kebutuhan pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kekurangan gizi pada masa kehamilan dan masa awal kehidupan anak akan berdampak panjang terhadap kualitas kesehatan, kecerdasan, produktivitas, bahkan daya saing bangsa di masa depan.

Karena itu, seluruh elemen pelaksana program, mulai dari Kepala SPPG, Yayasan, Mitra, Satgas MBG Kabupaten/Kota hingga pemerintah daerah, diminta memiliki pemahaman yang sama agar implementasi di lapangan tidak menyimpang dari tujuan utama yang telah ditetapkan.

Sony juga mengingatkan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto yang dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita harus menjaga program ini tetap berada pada jalurnya. Jangan sampai orientasi pelaksanaannya bergeser hanya pada aspek seremonial atau capaian angka semata. Yang terpenting adalah bagaimana program ini benar-benar menyentuh kelompok yang paling membutuhkan dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas generasi bangsa,” ujar Sony.

Di tengah masifnya pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, pemahaman yang benar mengenai sasaran prioritas MBG menjadi sangat penting. Sebab keberhasilan program ini pada akhirnya bukan hanya diukur dari jumlah dapur yang beroperasi atau banyaknya porsi makanan yang dibagikan, melainkan dari kemampuan negara menekan angka stunting, memperbaiki status gizi ibu dan anak, serta melahirkan generasi Indonesia yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih kompetitif di masa depan.

BACA JUGA  Dari Instrumen Aspirasi Menjadi Ladang Bisnis Politik? Akademisi Internasional Soroti Dinamika Pokir di Sumatera Barat

Program MBG pada hakikatnya adalah investasi sumber daya manusia. Karena itu, kelompok rentan harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaannya. (*/ Marlis )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses