JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto kembali menarik dua nama lama ke dalam Kabinet Merah Putih. Abdul Kadir Karding dan Hasan Nasbi resmi dilantik dalam posisi baru di lingkungan pemerintahan, Senin (27/4/2026).
Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sementara Abdul Kadir Karding dipercaya memimpin Badan Karantina Indonesia. Keduanya mengucapkan sumpah jabatan bersama sejumlah tokoh lain di hadapan Presiden di Istana Negara.
Kembali Setelah Sempat Tersingkir
Penunjukan ini menandai kembalinya dua figur tersebut ke lingkar kekuasaan setelah sebelumnya sempat tersingkir dari kabinet.

Hasan Nasbi pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sebelum mengundurkan diri pada April 2025. Ia kemudian sempat menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina sebelum kembali dipercaya masuk kabinet.
Sementara itu, Karding sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Ia terkena reshuffle pada September 2025 dan posisinya digantikan oleh Mukhtarudin.
Beberapa bulan berselang, Karding kembali dipanggil ke Istana dan kini mengemban tugas baru di sektor karantina nasional.
Latar Belakang Hasan Nasbi
Hasan Nasbi dikenal sebagai pengamat dan konsultan politik asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Lahir pada 11 Oktober 1979, ia menempuh pendidikan di SMA 2 Bukittinggi sebelum melanjutkan studi Ilmu Politik di Universitas Indonesia.
Karier profesionalnya dimulai sebagai jurnalis pada 2005–2006, kemudian berlanjut sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik UI pada 2006–2008. Ia kemudian mendirikan lembaga survei Cyrus Network.
Namanya mencuat saat menjadi konsultan politik bagi pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2012 yang mengantarkan keduanya memenangkan kontestasi.
Pada 2017, ia juga menjadi inisiator relawan Teman Ahok. Dalam kontestasi nasional, Hasan dikenal sebagai pendukung Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019, sebelum akhirnya beralih mendukung pasangan Prabowo–Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
Jejak Politik Abdul Kadir Karding
Di sisi lain, Abdul Kadir Karding merupakan politikus kelahiran Sulawesi Tengah, 25 Maret 1974. Ia aktif berorganisasi sejak masa kuliah dan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di usia muda.
Karier politiknya mulai menanjak saat terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Tengah pada usia 26 tahun dan menjabat Ketua Komisi E. Ia kemudian menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Tengah dan Ketua DPW PKB Jawa Tengah.
Pada Pemilu 2009, Karding terpilih sebagai anggota DPR RI dan menjabat Ketua Komisi VIII yang membidangi urusan agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan, sebelum berpindah ke Komisi VI pada 2012.
Puncak kariernya di partai terjadi saat ia dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal DPP PKB periode 2014–2019. Pada Oktober 2024, ia masuk Kabinet Merah Putih sebagai Menteri P2MI.
Kembalinya dua figur ini dinilai sebagai bagian dari langkah Presiden memperkuat tim di tengah dinamika kabinet yang terus bergerak. Penempatan Hasan di bidang komunikasi dan Karding di sektor karantina menunjukkan fokus pemerintah pada penguatan narasi publik serta pengawasan sektor strategis.
Langkah ini juga menegaskan bahwa perombakan kabinet tidak selalu berarti akhir karier politik, melainkan bisa menjadi bagian dari reposisi dalam struktur pemerintahan.




