Pemko Padang Matangkan Proyek PLTSa, Targetkan Solusi Sampah Regional

PADANG, ALINIANEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang tengah mematangkan langkah strategis dalam mengatasi persoalan sampah melalui pengembangan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Proyek ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah regional dengan dukungan penuh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) serta investasi strategis nasional.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan urgensi proyek tersebut seiring tingginya volume sampah harian yang mencapai 700 hingga 800 ton. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen masih berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa melalui pengolahan lanjutan.

“Kami melihat potensi pengolahan sebesar 450 hingga 500 ton per hari untuk mendukung operasional PLTSa. Ini bukan hanya untuk Padang, tapi menjadi solusi regional bagi daerah tetangga seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, dan Solok,” katanya saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Kantor Gubernur, Jumat (27/3/2026).

Iklan

Sebagai bentuk dukungan terhadap rencana tersebut, Pemko Padang saat ini tengah memproses pembebasan lahan seluas belasan hektare di kawasan Air Dingin. Lahan tersebut nantinya akan difungsikan sebagai lokasi fasilitas pengolahan sampah modern.

Di sisi lain, Direktur Perlindungan Pengolahan Mutu Air KLH, Tulus Laksono, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah, dari sekadar menimbun menjadi pengolahan berbasis energi.

“Harapan KLHK adalah semua TPA beralih dari sanitary landfill ke pengelolaan yang memiliki nilai ekonomi. Lahan semakin terbatas, maka sampah menjadi energi adalah solusi paling ideal,” ujarnya.

BACA JUGA  DPW NasDem Sumbar Layangkan Protes atas Sampul Majalah Tempo

Terkait pendanaan, KLH mengungkapkan adanya skema baru yang melibatkan lembaga pengelola investasi nasional. Investasi proyek ini direncanakan mencapai 100 persen dengan sumber pendanaan dari Danantara.

Berdasarkan kajian kelayakan, Pemko Padang menyimpulkan bahwa dua teknologi, yakni Refuse Derived Fuel (RDF) dan PLTSa, dapat berjalan secara komplementer untuk mengolah seluruh volume sampah harian. Selain itu, keberlanjutan proyek ini juga mulai menarik minat serius dari sektor swasta.

Pengembangan PLTSa ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, sekaligus mendorong transformasi menuju sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses