- SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
Kepada Yth.
Bapak H. Prabowo Subianto
Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dengan penuh hormat, melalui surat terbuka ini kami ingin menyampaikan suara hati ribuan Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Bapak Presiden yang kami hormati,
Ketika Program Makan Bergizi Gratis pertama kali diluncurkan sebagai salah satu program prioritas nasional, kami termasuk orang-orang yang memilih untuk percaya. Di saat banyak pihak masih meragukan keberhasilannya, kami memutuskan untuk mengambil risiko dan ikut terlibat secara langsung.
Saat itu, negara membutuhkan infrastruktur berupa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat. Kami memahami bahwa membangun ribuan dapur MBG secara serentak bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan biaya besar, lahan yang memadai, proses birokrasi yang panjang, serta berbagai standar teknis yang harus dipenuhi.
Dalam kondisi itulah kami diajak untuk ikut berpartisipasi.
Kami diyakinkan bahwa program ini adalah panggilan pengabdian. Kami disebut sebagai pejuang dan patriot bangsa yang akan membantu negara mewujudkan cita-cita besar mencerdaskan generasi Indonesia melalui pemenuhan gizi yang lebih baik.
Dan kami menjawab panggilan itu.
Dengan modal sendiri.
Dengan pinjaman bank.
Dengan menjual aset.
Dengan menggadaikan harta yang kami miliki.
Bahkan sebagian dari kami rela mengubah rumah tinggal, tanah usaha, dan seluruh tabungan keluarga menjadi investasi untuk membangun SPPG.
Kami melangkah dalam ketidakpastian.
Kami membangun ketika aturan masih terus disempurnakan.
Kami berinvestasi ketika sistem masih mencari bentuk terbaiknya.
Kami menerima berbagai perubahan kebijakan karena memahami bahwa program sebesar MBG memang membutuhkan proses penyesuaian.
Namun kami tetap bertahan karena kami percaya kepada negara.
Bapak Presiden,
Hari ini kami menyaksikan Program MBG telah berkembang menjadi gerakan nasional yang manfaatnya mulai dirasakan masyarakat luas.
Anak-anak sekolah menerima makanan bergizi.
Relawan memperoleh pekerjaan.
Petani dan peternak mendapatkan pasar baru.
UMKM mulai tumbuh bersama ekosistem MBG.
Kami bersyukur menjadi bagian dari perjalanan itu.
Namun di tengah keberhasilan tersebut, badai besar datang menghantam.
Kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi Badan Gizi Nasional telah mengguncang kepercayaan publik. Kami mendukung sepenuhnya langkah Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas setiap dugaan penyimpangan yang terjadi.
Korupsi harus diberantas.
Penyalahgunaan kewenangan harus dihukum.
Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Tetapi di balik proses penegakan hukum itu, ada satu kelompok yang hari ini seolah terlupakan.
Yaitu kami, para Mitra MBG.
Kami tidak pernah menikmati praktik korupsi.
Kami tidak pernah menerima keuntungan dari dugaan jual beli titik.
Kami justru mengeluarkan modal, tenaga, pikiran, dan waktu untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan program negara.
Namun ketika situasi berubah, kami ikut terkena dampaknya.
Investasi yang telah kami keluarkan menjadi tidak pasti.
Pembangunan yang sedang berjalan terancam berhenti.
Bank tetap menagih cicilan.
Bunga pinjaman terus berjalan.
Kontraktor meminta pembayaran.
Pekerja menunggu kepastian.
Keluarga kami ikut menanggung beban kecemasan yang sama.
Ironisnya, sebagian masyarakat justru memandang kami seolah-olah pihak yang selama ini menikmati keuntungan besar dari program MBG.
Padahal yang mereka lihat hanya angka-angka di atas kertas.
Mereka tidak melihat hutang yang harus kami bayar.
Mereka tidak melihat aset yang telah kami korbankan.
Mereka tidak melihat air mata yang sering kali kami sembunyikan dari keluarga sendiri.
Bapak Presiden,
Hari ini kami tidak meminta penghargaan.
Kami tidak meminta pujian.
Kami tidak meminta gelar pejuang atau patriot bangsa.
Kami hanya memohon satu hal:
Kepastian dan perlindungan dari negara.
Kami berharap Pemerintah Republik Indonesia dapat memberikan solusi yang adil dan bijaksana terhadap nasib para Mitra yang telah berinvestasi secara sah dan beritikad baik dalam Program MBG.
Kami berharap setiap kebijakan penataan, evaluasi, moratorium, maupun refocusing dapat mempertimbangkan investasi yang telah dikeluarkan oleh para Mitra.
Kami berharap negara tidak membiarkan rakyat yang telah membantu menjalankan program nasional justru menjadi korban dari persoalan yang tidak mereka lakukan.
Kami percaya Bapak Presiden memahami bahwa keberhasilan MBG hari ini tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh ribuan rakyat biasa yang memilih percaya dan berani mengambil risiko ketika banyak orang masih meragukannya.
Karena itu kami masih menyimpan harapan.
Harapan bahwa negara akan hadir.
Harapan bahwa pemerintah tidak akan merugikan rakyatnya sendiri.
Harapan bahwa pengorbanan kami tidak akan berakhir menjadi penyesalan.
Dan harapan bahwa suara kami yang mungkin kecil ini dapat sampai ke telinga Bapak Presiden.
Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Padang, 15 Juni 2026
Hormat kami,
D t o
Drs.H.Marlis,MM, C.Med
( Ketua DPW HMD GEMAS Prov. Sumbar )
“Kami tidak meminta disebut Pejuang. Kami hanya berharap Negara memastikan pengorbanan kami tidak berakhir menjadi kerugian.”



