PADANG, ALINIANEWS.COM — Sebuah momen penuh haru dan kebanggaan terjadi di SD Kartika Padang hari ini. Para siswa penerima Paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Alinia Parak Karakah memberikan kejutan yang sungguh menggetarkan hati: mereka menulis surat ucapan terima kasih yang polos dan menyentuh, disertai dengan beberapa lembar uang kecil yang mereka sisipkan sebagai tanda terima kasih untuk para petugas MBG.
Dalam surat yang ditulis dengan tulisan tangan sederhana itu, para siswa menuliskan:
“Makasih ya pak MBG, ya enak kali, kami anak-anak request buahnya stroberi, susu ultra, ayam bumbu. Ini ada segepok buat bapak, uang dari kami.”— Siswa SD Kartika Padang

Tindakan tulus itu menggambarkan betapa besar rasa syukur anak-anak tersebut. Mereka bukan hanya menikmati makanan bergizi, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai berbagi dan menghargai kerja keras orang lain.
Koordinator SPPG Alinia Parak Karakah menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga menumbuhkan karakter dan empati sejak dini.
Rasa haru juga dirasakan oleh Drs. Marlis, MM, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia sekaligus Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat. Ia mengaku bangga dan terharu dengan ketulusan hati para siswa SD Kartika tersebut.
“Saya benar-benar tersentuh membaca surat itu. Anak-anak ini mengajarkan kepada kita arti syukur dan ketulusan yang sesungguhnya. Mereka mungkin menerima bantuan, tapi jiwa mereka justru memberi — memberi rasa hormat, kasih, dan semangat kepada kami semua yang terlibat dalam program ini. Ini kebanggaan yang luar biasa bagi kami di Yayasan Alinia dan HMD GEMAS,” ujar Marlis dengan mata berkaca-kaca.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan Program Strategis Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan terus digerakkan oleh jaringan SPPG Alinia di berbagai daerah. Tujuannya tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak bangsa, tetapi juga menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial sejak usia dini.
Dari secarik kertas dan beberapa lembar uang kecil, kita diingatkan bahwa keikhlasan tidak mengenal usia maupun keadaan. Anak-anak SD Kartika Padang telah memberi pelajaran besar: bahwa memberi tidak harus menunggu kaya, dan berterima kasih tidak harus menunggu banyak.
Mereka bukan hanya penerima manfaat — mereka adalah cerminan generasi emas Indonesia yang tumbuh dengan hati yang penuh kasih.(*/Marlis Alinia)




