spot_img
spot_img

Roy Suryo, dr. Tifa & Rismon Rilis Buku Jokowi’s White Paper, Klaim Ungkap 99,9% Skripsi Jokowi Palsu

Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan dr Tifauzia menggelar soft launching buku “JOKOWI’s WHITE PAPER” di Coffee Shop University Club Hotel UGM, Senin (18/8/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pakar telematika Roy Suryo bersama ahli digital forensik Rismon Sianipar dan pegiat media sosial dr. Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa meluncurkan buku berjudul Jokowi’s White Paper: Kajian Digital Forensik, Telematika dan Neuropolitika atas Keabsahan Dokumen dan Perilaku Kekuasaan pada Senin (18/8/2025).

Buku setebal hampir 700 halaman dengan sampul putih itu disebut memuat hasil analisis ilmiah kolaboratif terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo.

Iklan

Peluncuran perdana berlangsung di University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman. Awalnya, acara sempat dibatalkan pihak UGM selaku pemilik gedung. Penyelenggara kemudian memindahkan acara ke Coffee Shop UC UGM. Namun, ketika dimulai, listrik mendadak padam hingga lampu dan pendingin ruangan berhenti berfungsi.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam acara tersebut, antara lain Said Didu, Jenderal Tyasno Sudarto, dan Refly Harun.

Jokowi White Paper

Isi Buku Jokowi’s White Paper

Roy Suryo menjelaskan, bagian awal buku mengulas awal mula kecurigaan publik soal ijazah Jokowi. Salah satu momen yang dipaparkan adalah dialog publik yang dipandu Rosiana Silalahi, menghadirkan Jokowi, Prof. Mahfud Md, dan almarhum Buya Syafii Maarif.

“Ada videonya juga yang mengatakan untuk jadi Presiden RI itu IP-nya sebaiknya berapa? Prof. Mahfud mengatakan IP-nya 3,8. Jokowi mengatakan IP dia 2. 2 saja nggak ada. Dari situ orang berpikir kritis,” kata Roy di UC UGM.

BACA JUGA  MK Tolak Gugatan Mahasiswa soal Usulan Pemilih Bisa Pecat Anggota DPR

Roy menyebut, orang-orang yang pertama kali mempertanyakan ijazah Jokowi antara lain Bambang Tri Mulyono dan Sugi Nur Rahardja (Gus Nur). Namun, keduanya justru dikriminalisasi.

Dalam buku itu juga dimuat pengalaman tim penulis mendatangi Fakultas Kehutanan UGM untuk meneliti skripsi Jokowi pada April 2025.

Roy menambahkan, buku ini berisi analisis Error Level Analysis (ELA) atas dokumen ijazah Jokowi, riset digital forensik Rismon, hingga kajian Behavioral Neuroscience oleh dr. Tifa.

“Paling menonjol adalah kesimpulannya. Kesimpulannya 99,9 persen skripsi Jokowi palsu. Sehingga tidak mungkin menghasilkan ijazah asli. Itu yang paling penting,” tegas Roy Suryo.

Versi & Harga Buku

Buku Jokowi’s White Paper diterbitkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris, serta hadir dalam dua versi cetak: premium dan ekonomis.

Roy mengungkapkan, cetakan pertama disiapkan 5.000 eksemplar dan akan didistribusikan ke 25 negara lewat Forum Diaspora Indonesia (FDI).

“Buku ini Insyaallah akan menarik menjadi sebuah referensi. Silakan buku ini dibedah untuk bahan skripsi, tesis atau disertasi. Kami susun dengan bahasa teknis tapi agak populer. Jadi semacam popular science-lah,” ujar Roy.

Dr. Tifa menambahkan perbedaan harga terletak pada kualitas kertas.
“Kita buat cetak ada dua versi, yaitu edisi collectible, yaitu full colours dan 700 halaman lalu penuh dengan gambar-gambar warna-warni, kertasnya premium. Kita jual seharga Rp500 ribu,” ujarnya.

BACA JUGA  Prabowo Bentuk Satgas Khusus Darurat Jembatan, Target Bangun 300 Ribu Jembatan untuk Akses Sekolah Anak Pelosok

“Lalu ada versi yang lebih ekonomis agar semua masyarakat bisa memiliki, kertasnya paper black and white. Itu saja bedanya, kertasnya standar, kita jual Rp250 ribu,” lanjut dr. Tifa, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun.

Alasan Penulisan Buku

Roy menegaskan, tujuan penulisan buku ini bukan sekadar kontroversi, melainkan untuk “membersihkan kampus tercinta” UGM, tempat ketiga penulis menimba ilmu.

“Kami sepakat menjuduli Jokowi’s White Paper. Karena kami ingin membersihkan kampus kami tercinta ini. Universitas Gadjah Mada itu, kami bertiga lulusan sini. S1, S2-nya semuanya dari UGM semua,” kata Roy.

Ia menambahkan buku ini memuat dokumentasi lengkap perjalanan investigasi mereka sejak isu dugaan ijazah palsu Jokowi pertama kali muncul hingga riset terbaru.

“Jadi buku itu insyaallah akan menjadi sebuah referensi yang sangat menarik. Karena kami susun dengan bahasa yang teknis tapi agak populer. Jadi popular science lah,” pungkas Roy.

(*/rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses