PADANG, ALINIANEWS.COM – Inovasi material konstruksi karya anak bangsa, Semen Padang Bata Interlock (Sepablock), kian mengukuhkan posisinya sebagai solusi utama dalam pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Indonesia. Produk yang dikembangkan oleh PT Semen Padang ini kini tidak hanya digunakan di Sumatera Barat, tetapi mulai diadopsi secara lebih luas di tingkat nasional.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan memastikan akan memperluas pemanfaatan Sepablock ke sejumlah wilayah rawan bencana, termasuk Sumatera Utara dan Aceh.
Langkah ini ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh Huntap Mandiri di Kampung Tangah, Kelurahan Sungai Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (7/4/2026). Proyek tersebut menjadi etalase awal penerapan teknologi konstruksi yang diklaim cepat, efisien, dan tahan gempa.

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Utama BNPB Rustian, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa, bersama jajaran pejabat daerah setempat.
Rustian menegaskan, keputusan BNPB mengadopsi Sepablock didasarkan pada kebutuhan mendesak dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, tanpa mengabaikan kualitas bangunan.
“Sepablock ini bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga memastikan kualitas dan ketahanan hunian terhadap bencana. Ini solusi yang tepat, terutama untuk daerah rawan gempa seperti Sumbar,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan implementasi Sepablock di Sumatera Barat akan menjadi model nasional. BNPB berencana menjadikannya sebagai bagian dari standar pembangunan huntap ke depan.
“Tidak hanya di sini, Sepablock juga akan kami gunakan untuk pembangunan huntap di Sumatera Utara dan Aceh. Ini akan menjadi bagian dari standar pembangunan huntap BNPB ke depan,” kata Rustian.
Keunggulan Sepablock paling menonjol terletak pada efisiensi waktu konstruksi. Rumah contoh yang dibangun di Kuranji ditargetkan rampung hanya dalam 10 hari kerja, jauh lebih cepat dibanding metode konvensional.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengakui langsung efektivitas teknologi tersebut. Ia menyebut pembangunan huntap dengan Sepablock mampu menjawab kebutuhan percepatan pemulihan warga terdampak bencana.
“Saya menyaksikan sendiri, pengerjaan huntap dengan Sepablock bisa rampung dalam hitungan hari. Ini adalah solusi nyata untuk percepatan pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Dari sisi industri, PT Semen Padang menilai meningkatnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah menjadi indikator kuat bahwa inovasi lokal mampu menjawab tantangan pembangunan di wilayah rawan bencana.
Selain cepat dan efisien, material ini juga dirancang memiliki ketahanan terhadap guncangan gempa, sehingga dinilai relevan untuk diterapkan di berbagai daerah dengan tingkat risiko tinggi.
Dengan perluasan pemanfaatan oleh BNPB, Sepablock diproyeksikan menjadi salah satu material utama dalam pembangunan hunian tetap di Indonesia, sekaligus menandai pergeseran menuju teknologi konstruksi yang lebih adaptif, tangguh, dan responsif terhadap kebutuhan pemulihan pascabencana. (*/REl)




