Sony Sonjaya Makan Bersama Siswa: Bukti Negara Tak Absen untuk Anak Indonesia

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — pagi itu terasa berbeda. Hari pertama sekolah usai libur Idul Fitri bukan sekadar kembalinya rutinitas, tetapi juga kembalinya sebuah harapan yang sempat jeda: Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di SDN 01 Menteng yang sering disebut sebagai “pusatnya Jakarta Pusat, pusatnya Indonesia”—suasana halaman sekolah dipenuhi wajah-wajah cerah. Tawa anak-anak kembali pecah, bukan hanya karena bertemu teman lama, tetapi juga karena mereka tahu: hari ini, MBG kembali hadir.

Di tengah riuh rendah itu, hadir sosok yang tidak sekadar datang untuk meninjau. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, memilih duduk bersama anak-anak, membuka ompreng yang sama, dan menyantap menu yang sama.

Iklan

Tidak ada jarak. Tidak ada formalitas berlebihan. Hanya kebersamaan.

IMG 20260331 WA0062 1

Ia tidak berbicara panjang di awal. Ia memilih mendengar melihat langsung bagaimana anak-anak menyambut makanan yang telah mereka terima sejak September 2025 itu. Antusiasme mereka bukan dibuat-buat. Itu nyata. Itu tulus.

“Enak, Pak…” celetuk seorang siswa, sambil tersenyum lebar.

Kalimat sederhana itu lebih kuat dari laporan panjang mana pun.

Di sela kebersamaan itu, Sony Sonjaya kemudian menyampaikan pandangannya dengan nada tenang namun tegas:

“MBG bukan sekadar program makan. Ini adalah investasi negara untuk masa depan anak-anak Indonesia. Hari ini kita melihat langsung—mereka bukan hanya menerima, tapi mereka membutuhkan. Dan selama itu menjadi kebutuhan, negara tidak boleh absen.”

BACA JUGA  KPK Periksa Pengusaha Rokok, Jejak Dokumen Penggeledahan Bea Cukai Ungkap Dugaan Aliran Suap

Ia juga menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar simbolis, tetapi bagian dari komitmen untuk memastikan kualitas program tetap terjaga:

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak menerima makanan yang layak, bergizi, dan tepat sasaran. Karena dari sinilah energi belajar mereka dimulai. Kalau anak-anak kita kuat dan sehat, maka masa depan bangsa ini juga akan kuat.”

Bagi sebagian orang, MBG mungkin hanya angka dalam anggaran. Namun di sini, di ruang kelas sederhana di pusat ibu kota, MBG menjelma menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna: energi untuk belajar, semangat untuk hadir, dan rasa diperhatikan oleh negara.

Momentum hari pertama ini menjadi penegasan: bahwa setelah libur panjang, yang kembali bukan hanya aktivitas belajar, tetapi juga komitmen negara untuk hadir dalam kehidupan anak-anaknya.

Di SDN 01 Menteng hari ini, MBG bukan sekadar program. Ia adalah simbol kepedulian.

Dan dari sepiring makanan sederhana itu, tumbuh harapan besar bahwa generasi ini akan tumbuh lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menghadapi masa depan. (*/ Marlis – AliniaNews.com)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses