Prabowo Klaim Capaian Pemerintah Nyata, Akui Tantangan Global dan Terbuka pada Kritik

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya telah mencatat sejumlah capaian dalam waktu satu setengah tahun masa kerja. Hal itu disampaikannya saat memberikan taklimat kepada jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

“Tidak dapat dipungkiri kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata, prestasi yang nyata,” ujar Prabowo.

Ia menilai capaian tersebut diraih di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian akibat konflik dan peperangan di berbagai kawasan dunia. Meski demikian, pemerintah disebut mampu menjaga arah pembangunan nasional tetap terkendali.

Iklan

“Sudah satu setengah tahun, alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan, arah bernegara bangsa kita,” katanya.

Menurut Prabowo, kinerja pemerintah dapat diukur secara konkret, baik secara matematis maupun melalui hasil yang terlihat langsung di lapangan.

“Hal-hal ini ditandai oleh prestasi-prestasi nyata, prestasi-prestasi yang dapat diukur secara matematis dan secara fisik di lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung berbagai kritik yang diarahkan kepada pemerintahannya. Ia menganggap kritik sebagai bentuk peringatan agar pemerintah tetap waspada.

“Kalau kita difitnah, kalau kita dihujat, anggaplah itu sebagai peringatan supaya kita waspada,” ucapnya.

Namun, ia turut menyoroti adanya kelompok masyarakat yang dinilai tidak kooperatif dalam pembangunan. Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti warga yang enggan bergotong royong membangun jembatan, tetapi aktif mengkritik.

“Ada satu fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat… yang mempunyai suatu sikap yang bisa dikatakan sangat tidak mau kerja sama,” kata Prabowo.

BACA JUGA  Pembangunan Sekolah Rakyat Dikebut, Pemerintah Pastikan Target Rampung Juni 2026

Ia bahkan mencontohkan bentuk kritik yang dinilai berlebihan. “Kamu, goblok kamu. Kayunya salah, jangan di situ. Pakunya salah, harus di sini. Rantainya salah,” ujarnya menirukan.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kritik tidak boleh membuat pihak yang bekerja menjadi ragu dalam menjalankan tugas.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung isu politik, termasuk wacana pemakzulan presiden. Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut sah dalam sistem demokrasi, selama dijalankan sesuai prosedur konstitusional.

“Bisa juga melalui impeachment, tidak ada masalah. Tapi impeachment ya melalui saluran,” tuturnya.

Ia menjelaskan, proses tersebut harus melibatkan lembaga-lembaga negara seperti Mahkamah Konstitusi, DPR, dan MPR.

Prabowo juga menilai Indonesia berada dalam posisi relatif aman di tengah potensi konflik global yang lebih luas.

“Sekarang kalau terjadi perang dunia ketiga, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” katanya.

Ia menolak narasi pesimistis mengenai kondisi nasional, termasuk anggapan “Indonesia gelap”.

“Bagi saya, Indonesia gelap enggak ada. Indonesia cerah di saat banyak negara susah,” ucapnya.

Dalam konteks global, Prabowo melihat situasi konflik justru membuka peluang bagi Indonesia sebagai tujuan investasi. Ia juga menyinggung dinamika geopolitik, termasuk situasi di Timur Tengah.

Di akhir taklimat, Prabowo menilai sikap “keras kepala” dalam arti keteguhan prinsip terkadang diperlukan dalam kepemimpinan dan perjuangan bangsa.

“Kadang-kadang keras kepala dalam suatu pekerjaan dibutuhkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Pigai Pasang Badan untuk JK, Tegas Tolak Pelaporan ke Polisi

Ia membandingkan sikap tersebut dengan keteguhan para pendiri bangsa. “Dulu bapak-bapak pendiri bangsa kita keras kepala, lebih baik mati daripada dijajah kembali,” kata Prabowo. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses