LAMPUNG, ALINIANEWS.COM – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Lampung mulai memunculkan efek politik bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Bandar Lampung mengaku langsung menghidupkan mesin partai dan membuka ruang bagi tokoh-tokoh politik dari berbagai latar belakang untuk bergabung.
Ketua DPD PSI Bandar Lampung Randy Adytia Gumay Gumanti mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.
“Kami ingin mencetak lebih banyak anggota legislatif, dan insya Allah ke depan juga bisa melahirkan kepala daerah dari Partai PSI,” kata Randy di Bandar Lampung, Senin (29/6/2026).

Menurut Randy, komunikasi dengan sejumlah tokoh politik lintas partai mulai terjalin. Sejumlah nama yang menjalin komunikasi, kata dia, berasal dari mantan kader Partai NasDem, PKPI hingga PDI Perjuangan.
“Karena DNA PSI adalah Partai Super Terbuka, kami membuka diri kepada seluruh elemen masyarakat yang memiliki visi yang sama dan loyal kepada Pak Jokowi,” ungkapnya.
Selain memperluas jaringan kader, PSI Bandar Lampung juga mulai memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah.
“Target kami seluruh daerah pemilihan terisi. Karena itu, mesin partai terus kami bangun sampai ke tingkat kelurahan,” jelas Randy.
Pernyataan Randy sejalan dengan arahan Jokowi saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PSI Lampung di Pondok Rimbawan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan struktur organisasi yang telah terbentuk hingga tingkat desa harus berubah menjadi mesin politik yang aktif bekerja di tengah masyarakat.
“Di Provinsi Lampung sampai ke ranting itu sudah di atas 90 persen. Ini akan menjadi sebuah mesin besar, sebuah mesin partai yang kuat,” kata Jokowi.
Namun, ia mengingatkan keberadaan struktur organisasi tidak boleh berhenti sebatas administrasi.
“Mesin partai harus menjadi mesin yang hidup dan bekerja. Ini selalu saya ulang-ulang,” tegasnya.
Jokowi juga menyampaikan target PSI pada Pemilu 2029 tidak cukup hanya lolos ke DPR RI. Menurutnya, partai berlambang gajah itu harus memiliki cita-cita lebih besar.
“Target kita bukan target kecil. Bukan target masuk Senayan. Masuk Senayan itu Insya Allah masuk,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para kader.
Ia optimistis target tersebut dapat dicapai apabila seluruh kader bekerja maksimal.
“Kalau kita bekerja keras semuanya, bekerja habis-habisan semuanya, saya yakin PSI akan menjadi partai besar,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menyinggung logo baru PSI bergambar gajah. Menurutnya, Lampung menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan identitas baru partai tersebut karena memiliki keterkaitan dengan satwa gajah yang menjadi salah satu ikon provinsi itu.
“PSI itu logonya gajah. Dan gajah itu paling enak dikenalkan di Lampung. Kenapa saya datang ke Lampung? Ini salah satunya karena gajah,” kata Jokowi disambut tawa kader.
Selama safari politik di Lampung pada 26-28 Juni 2026, Jokowi tampak mengenakan atribut PSI yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep. Saat ditanya mengenai statusnya di partai tersebut usai menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Bandar Lampung, Jokowi memberikan jawaban singkat.
“Kalau seseorang sudah memakai baju, artinya tahu sendiri,” katanya.
Golkar: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan
Safari politik Jokowi juga mendapat tanggapan dari Partai Golkar. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menegaskan partainya tidak khawatir terhadap aktivitas politik Jokowi bersama PSI.
“Ya Pak Jokowi punya hak politik ya, beliau orang merdeka, boleh menentukan keputusan politiknya mau seperti apa tergantung beliau dan PSI. Kami menghormati saja,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Menurut Sarmuji, perpindahan dukungan politik merupakan hal yang lumrah.
“Apakah Golkar khawatir? Golkar tidak khawatir karena selalu saja ada potensi perpindahan pemilih itu selalu ada. Perpindahan pemilih bukan hanya ke PSI, bisa ke partai lain. Demikian juga, ada potensi perpindahan pemilih dari partai lain ke Golkar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan Golkar juga telah menerima banyak kader dari partai lain meski tidak dipublikasikan.
“Dan kami sudah banyak menerima kader-kader partai lain yang masuk ke Golkar, hanya saja tidak kami publikasi, karena tidak ada pentingnya buat kami untuk mempublikasikan hal-hal seperti itu. Di daerah-daerah, kami banyak orang partai lain masuk ke dalam Partai Golkar,” sambungnya.
Sarmuji juga menepis anggapan bahwa aktivitas politik Jokowi dapat memengaruhi pemerintahan saat ini.
“Loh, Pak Jokowi udah nggak jadi Presiden, kok apa yang dikhawatirkan? Nggak perlu ada kekhawatiran dan kita semua tegak lurus pada Presiden, Pak Prabowo,” ujarnya.
“Apa arahan Pak Prabowo, apa yang perlu didukung dari Presiden, Golkar pasti akan mendukung. Jadi Presidennya Pak Prabowo, tadi tenang aja. Kita akan back up Pak Prabowo,” tambahnya.
Gelar Adat Jokowi Tuai Sorotan
Dalam rangkaian safari politik tersebut, Jokowi juga menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung di Rumah Adat Lampung Kedatun Keagungan, Sabtu (27/6/2026).
Prosesi pemberian gelar menjadi perhatian publik karena terdapat momen Jokowi menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah.
Tokoh adat Lampung, Mawardi Rahma Harirama bergelar Sultan Seghayo Dipuncak Nur, menjelaskan prosesi tersebut merupakan tradisi masyarakat adat Lampung yang telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu.
“Prosesi pemberian muakhi (gelar adat) ini memang sudah berlangsung ribuan tahun lalu di Lampung. Ini adalah bagian dari penerapan piil pesenggiri, falsafah budaya Lampung yang mengedepankan nemui nyimah atau silaturahmi,” ujarnya.
Menurut Mawardi, prosesi tersebut dikemas sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus mempererat persatuan bangsa.
“Kalau di kampung, muakhi itu hal yang biasa. Namun, kali ini dikemas sebagai prosesi budaya untuk mempererat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus memajukan budaya adat Lampung di seluruh Nusantara,” katanya.
Ia menegaskan gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Jokowi atas pengabdiannya sebagai Presiden ke-7 RI.
“Tanda penghormatan gelar ini, menjadi simbol penghargaan atas pengabdian Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI,” ujarnya.
Mawardi juga memastikan prosesi menginjak kepala kerbau tidak memiliki muatan politik.
“Perlu ditambahkan bahwa semua Prosesi di Kedatun Keagungan adalah Prosesi budaya tuk memajukan budaya Bangsa menuju Indonesia Raya. Tidak hubungan dengan politik dan lain-lain,” tegasnya.
Di sisi lain, politikus PDI Perjuangan Guntur Romli menilai prosesi tersebut memperkuat isi disertasi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengenai gaya kepemimpinan Jokowi.
“Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan ‘the triangle of authoritarian populism’ yang memadukan feodalisme dengan mempersepsikan dirinya sebagai seorang raja; populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat; dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya,” kata Guntur.
Ia juga mengaitkan prosesi tersebut dengan perjalanan politik keluarga Jokowi.
“Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi,” tuturnya.




