Para Tokoh Nasional Bersatu Mengawal ASANTARA, Perkuat Langkah Organisasi Media Online Berskala Nasional
Padang – Lahirnya ASANTARA (Asosiasi Media Online Nasional) bukan sekadar menandai terbentuknya sebuah organisasi profesi media. Lebih dari itu, kehadirannya memperoleh sambutan dan dukungan dari sejumlah tokoh nasional lintas profesi yang memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum, pers, pendidikan, dunia usaha, dan pemerintahan.
Kesediaan para tokoh tersebut untuk menjadi Dewan Pembina Dewan Pimpinan Nasional (DPN) ASANTARA menjadi modal moral sekaligus penguat organisasi dalam mewujudkan cita-cita membangun media online Indonesia yang profesional, independen, berintegritas, serta menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Tokoh-tokoh nasional yang telah menyatakan dukungan dan kesediaannya menjadi Dewan Pembina DPN ASANTARA antara lain:
H. Halius Husen, mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia dan mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

H. Basril Djabar, Pemimpin Umum Harian Singgalang serta mantan Ketua Kadin Sumatera Barat.

Prof. Drs. Ganefri, Ph.D., Ketua PWNU Sumatera Barat dan mantan Rektor Universitas Negeri Padang.

Aditiawarman, SH., MH., mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Bali.

Drs. H. M. Mufti Syarfie, MM., mantan Ketua PWI Sumatera Barat dan mantan Ketua KPU Sumatera Barat.

Prof. Dr. Yuspar, SH., M.Hum., mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi.

Keberadaan figur-figur tersebut dinilai akan memperkuat fondasi organisasi dalam menjaga independensi, profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kualitas ekosistem media online di Indonesia.
H. Halius Husen menilai media merupakan salah satu pilar demokrasi yang harus berdiri di atas integritas, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap hukum. Karena itu, ia menyatakan siap memberikan pemikiran dan pengalaman sebagai Dewan Pembina agar ASANTARA berkembang menjadi organisasi yang disegani dan memberikan manfaat nyata bagi bangsa.
H. Basril Djabar menilai era digital membutuhkan organisasi yang mampu menyatukan media online tanpa meninggalkan nilai-nilai jurnalistik. Menurutnya, ASANTARA harus menjadi rumah besar bagi media online yang kredibel sekaligus menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas industri pers nasional.
Sementara itu, Prof. Drs. Ganefri, Ph.D. menyampaikan bahwa media memiliki tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia berharap ASANTARA mampu melahirkan insan pers yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan transformasi digital.
Senada dengan itu, Aditiawarman, SH., MH. menegaskan bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab hukum. Media, menurutnya, harus tetap menjadi kekuatan moral dalam mengawal supremasi hukum dan keadilan di Indonesia.
Drs. H. M. Mufti Syarfie, MM., yang memiliki pengalaman panjang memimpin organisasi wartawan, menilai ASANTARA hadir pada momentum yang tepat untuk meningkatkan kompetensi pengelola media online, memperkuat solidaritas antaranggota, serta menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat.
Adapun Prof. Dr. Yuspar, SH., M.Hum. mengingatkan bahwa tantangan media digital semakin kompleks, sehingga organisasi media harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi, melawan penyebaran informasi yang tidak akurat, serta menegakkan etika jurnalistik.
Ketua Umum DPN ASANTARA, Drs. H. Marlis, MM., C.Med., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tokoh nasional yang telah bersedia menjadi Dewan Pembina DPN ASANTARA.
“Atas nama seluruh Pengurus DPN ASANTARA, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak H. Halius Husen, Bapak H. Basril Djabar, Prof. Drs. Ganefri, Ph.D., Bapak Aditiawarman, S.H., M.H., Bapak Drs. H. M. Mufti Syarfie, M.M., serta Prof. Dr. Yuspar, S.H., M.Hum. atas kesediaannya menjadi Dewan Pembina DPN ASANTARA. Kehadiran para tokoh bangsa yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas yang telah teruji merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi organisasi kami,” ujar Marlis.
Menurutnya, bergabungnya para tokoh nasional tersebut bukan hanya memperkuat legitimasi organisasi, tetapi juga menjadi “turbo” dan “suplemen” yang akan menambah energi, semangat, dan optimisme seluruh jajaran pengurus dalam membangun ASANTARA menjadi organisasi media online yang besar dan bermartabat.
“Kehadiran para Dewan Pembina ini menjadi turbo yang akan mempercepat laju ASANTARA dalam mewujudkan visi besarnya. Pada saat yang sama, menjadi suplemen yang memperkuat semangat, rasa percaya diri, dan optimisme seluruh pengurus untuk bekerja lebih profesional, lebih solid, dan lebih berintegritas dalam membangun rumah besar bagi media online Indonesia,” tegasnya.
Marlis menambahkan, seluruh arahan, pengalaman, dan pemikiran para Dewan Pembina akan menjadi pedoman penting dalam menjalankan roda organisasi. Ia optimistis sinergi antara pengurus dan Dewan Pembina akan melahirkan organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pers nasional.
ASANTARA sendiri lahir di Kota Padang dengan semangat membangun organisasi media online yang berskala nasional. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kantor Pusat DPN ASANTARA akan dipindahkan ke Jakarta, sekaligus secara paralel membentuk kepengurusan di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Keanggotaan ASANTARA terbuka bagi pemilik media online yang telah memiliki legalitas, bersedia menandatangani Pakta Integritas, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta berkomitmen menjaga kebersamaan dan profesionalisme organisasi.
Dengan dukungan para tokoh nasional tersebut, ASANTARA memulai langkahnya dengan fondasi moral yang kuat. Organisasi ini membawa harapan menjadi kekuatan baru dalam dunia pers digital Indonesia, bukan hanya sebagai wadah berhimpunnya media online, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memperkuat demokrasi, menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab, serta menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia. (*/ Redaksi )




