PADANG, ALINIANEWS.COM – Ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah di Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumatera Barat, Kamis (25/6/2026). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meminta pemerintah memberikan kepastian terkait nasib para relawan yang menggantungkan penghasilan dari program tersebut.
Massa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 09.03 WIB menuju titik aksi. Para peserta mengenakan seragam masing-masing SPPG dan membawa bendera Merah Putih. Selama aksi berlangsung, massa secara bergantian menyuarakan yel-yel dukungan terhadap program MBG dengan seruan, “Lanjutkan MBG!”
Aksi tersebut diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam operasional SPPG, mulai dari relawan, asisten lapangan (Aslap), sopir, hingga tenaga pendukung lainnya. Dalam orasinya, massa meminta agar program MBG tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan karena dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak pekerja di lapangan.

Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menemui massa aksi sekitar pukul 10.30 WIB untuk mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan.
Di hadapan para demonstran, Muhidi menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap akan berjalan, meskipun evaluasi terhadap pelaksanaannya tetap diperlukan.
“MBG tetap dilanjutkan, tetapi harus dievaluasi,” ujar Muhidi di hadapan massa aksi.
Ia juga memastikan DPRD Sumbar akan menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan para relawan.
“Kami akan segera menindaklanjuti seluruh aspirasi dan tuntutan yang telah disampaikan,” katanya.
Suasana aksi sempat menghangat ketika Muhidi mengajak massa meneriakkan dukungan terhadap program tersebut.
“MBG lanjut, MBG lanjut,” seru Muhidi.
Seruan itu langsung disambut peserta aksi dengan jawaban, “Lanjut, lanjut, lanjut!”
Dalam aksi tersebut, para relawan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta dapur MBG tetap beroperasi untuk melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, memastikan relawan tetap bekerja selama masa libur sekolah, menuntut pemenuhan hak-hak mitra, serta meminta agar program MBG tidak dihentikan karena menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak keluarga.
Salah seorang peserta aksi, Lil Fadrison, mengatakan bahwa masih ada keresahan relawan yang belum sepenuhnya tersampaikan dalam aksi tersebut. Menurutnya, para relawan membutuhkan kepastian terkait keberlanjutan pekerjaan mereka.
“Sebenarnya masih banyak keresahan relawan yang belum sepenuhnya tersampaikan. Yang paling kami butuhkan adalah kepastian terhadap pekerjaan ini, karena pekerjaan ini sangat penting untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga kami,” ujar Lil.
Ia mengaku program MBG telah memberikan dampak positif bagi kehidupan para relawan yang terlibat di dalamnya.
“Saya pribadi merupakan relawan di salah satu SPPG di Sumatera Barat. Dengan adanya program ini, saya sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Jika program ini ditutup, kami harus mencari pekerjaan lain, sementara kondisi saat ini sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.
Para relawan berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan kepastian mengenai keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dan para pekerja yang terlibat di dalamnya tidak kehilangan mata pencaharian. (*/Red)



