PADANG, ALINIANEWS.COM – Kawasan Stadion GOR H. Agus Salim saat ini ditutup total menyusul rekonstruksi besar-besaran senilai Rp340 miliar oleh Kementerian PU. Penutupan yang dimulai 17 Juni 2026 ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi, di mana aktivitas PKL direlokasi sementara hingga proyek berstandar internasional berkapasitas 15.000 penonton tersebut rampung.
Selama proses pembangunan yang berdampak langsung pada hilangnya pendapatan harian pedagang kaki lima (PKL) yang biasa bergantung pada keramaian pengunjung olahraga.
“Kami hari ini harus mengosongkan lokasi, mau gimana lagi, sumber pencarian di Agus Salim. Kami di sini berusaha hampir 15 tahun. Kalau kawasan ini ditutup total selama pembangunan tentu sumber pendapatan kami akan hilang,”’ujar Wan T kepada alinianwes.com l, Rabu (17/6/26).

Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang yang punya kawasan siap membantu PKL, Pemko memalui Dinas Koperasi dan UKM akan meminimalisir dampak negatif ini dengan mengoordinasikan relokasi pedagang agar ekonomi akar rumput tetap berjalan meskipun di luar area proyek.
Wali Kota Padang Fadly Amran memastikan para pedagang terdampak memperoleh tempat relokasi yang layak selama proyek berlangsung.
Ia menegaskan Dinas Koperasi dan UKM akan bertugas mendata serta memfasilitasi kebutuhan pedagang, sementara Satpol PP mengawal proses relokasi agar berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga menjanjikan kepastian penempatan bagi pedagang yang terdaftar setelah pembangunan kawasan GOR H. Agus Salim selesai dilaksanakan.
“Kami akan memastikan standarisasi fasilitas di lokasi relokasi dan memberikan kepastian penempatan bagi pedagang yang terdaftar setelah pembangunan rampung,” ujar Fadly.
Sebelumnya Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar Medi Iswandi menjelaskan proyek rekonstruksi kawasan GOR H. Agus Salim dibiayai Kementerian PU dengan nilai investasi mencapai Rp340 miliar. Pembangunan akan dilaksanakan secara multiyears dengan masa pengerjaan selama 18 bulan. (sal)



