GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman): Inovasi Cerdas dari Bandung, Model Nyata Kemandirian Pangan yang Layak Direplikasi Nasional

GERTAMAN (Gerakan Tanami Halaman): Inovasi Cerdas dari Bandung, Model Nyata Kemandirian Pangan yang Layak Direplikasi Nasional

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Di tengah tantangan ketahanan pangan dan meningkatnya kebutuhan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah terobosan inspiratif hadir dari Kabupaten Bandung. Program Gerakan Tanami Halaman (GERTAMAN) menjadi bukti bahwa lahan tak produktif pun dapat disulap menjadi sumber pangan bergizi yang bernilai ekonomi tinggi.

Diprakarsai oleh Bupati Bandung dan didukung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), GERTAMAN bukan sekadar gerakan bercocok tanam, melainkan strategi cerdas membangun kemandirian pangan berbasis masyarakat. Lahan-lahan tidur yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini berubah menjadi kebun produktif yang menghasilkan sayuran segar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, termasuk mendukung pasokan dapur MBG.

Iklan

Program ini menunjukkan bahwa solusi atas persoalan pangan tidak harus selalu datang dari skala besar, melainkan dapat dimulai dari optimalisasi potensi lokal yang selama ini terabaikan.

Dari Halaman Rumah Menjadi Lumbung Gizi

Melalui GERTAMAN, masyarakat diajak untuk aktif mengelola halaman rumah dan lahan kosong di sekitar mereka—baik pekarangan pribadi, lahan desa, maupun aset pemerintah—menjadi sumber produksi sayuran seperti kangkung, bayam, cabai, dan komoditas hortikultura lainnya.

Hasilnya tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga menciptakan rantai pasok baru yang lebih dekat, segar, dan efisien untuk mendukung program MBG.

BACA JUGA  Prabowo Minta Kualitas MBG Ditingkatkan, BGN Siap Tutup SPPG yang Tak Layak

Model ini sekaligus menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi banyak daerah: keterbatasan pasokan bahan pangan berkualitas, fluktuasi harga, hingga ketergantungan pada distribusi dari luar daerah.

Relevansi Strategis untuk MBG

Dalam konteks nasional, GERTAMAN memiliki relevansi yang sangat kuat terhadap keberhasilan Program MBG. Salah satu tantangan utama SPPG di berbagai daerah adalah memastikan ketersediaan bahan baku yang kontinu, berkualitas, dan terjangkau.

GERTAMAN hadir sebagai solusi berbasis komunitas yang mampu:

Menjamin suplai sayuran segar secara berkelanjutan

Menekan biaya logistik dan distribusi

Memberdayakan masyarakat dan petani lokal

Mendorong ekonomi sirkular di tingkat keluarga dan desa

Jika diintegrasikan secara sistematis, gerakan seperti ini dapat menjadi backbone supply chain MBG berbasis rumah tangga dan komunitas.

Seruan Replikasi Nasional

Menanggapi inovasi ini, Drs. H. Marlis, MM, Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat, menilai bahwa GERTAMAN adalah model yang sangat visioner dan layak direplikasi secara luas.

“Apa yang dilakukan di Kabupaten Bandung melalui GERTAMAN adalah contoh konkret bagaimana kita membangun kemandirian pangan dari bawah, dimulai dari halaman rumah. Ini bukan hanya program pertanian, tapi gerakan ekonomi rakyat yang terintegrasi dengan kebutuhan strategis nasional seperti MBG,” tegas Marlis.

Ia menambahkan bahwa daerah-daerah lain, termasuk di Sumatera Barat, memiliki potensi besar untuk menggerakkan program serupa berbasis rumah tangga.

BACA JUGA  KUNCI MENJADI ORANG SUKSES: BUKAN SOAL SIAPA KAMU, TAPI APA YANG KAMU LAKUKAN SETIAP HARI

“Kami di HMD GEMAS Sumbar siap mendorong gerakan tanami halaman ini secara masif. Jika setiap rumah menanam, maka suplai untuk dapur SPPG akan jauh lebih kuat, stabil, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, secara tegas mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk mengadopsi gerakan ini.

“GERTAMAN atau Gerakan Tanami Halaman adalah langkah konkret membangun ketahanan pangan dari tingkat paling dasar, yaitu rumah tangga. Kami mengajak seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk menggerakkan program serupa, memanfaatkan setiap jengkal halaman menjadi sumber pangan bergizi,” ujar Sony.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada kekuatan produksi pangan lokal yang dimulai dari masyarakat itu sendiri.

“Jika setiap daerah mampu menggerakkan masyarakatnya untuk menanam, maka kita tidak hanya memperkuat MBG, tetapi juga membangun kedaulatan pangan nasional yang sesungguhnya,” tambahnya.

Menuju Indonesia Mandiri Pangan

GERTAMAN membuktikan bahwa inovasi sederhana bisa membawa dampak besar. Ketika halaman rumah berubah menjadi sumber pangan, maka ketahanan gizi tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pasar, tetapi lahir dari kemandirian masyarakat itu sendiri.

Dengan semangat kolaborasi dan keberpihakan pada potensi lokal, gerakan seperti GERTAMAN dapat menjadi bagian dari gerakan besar menuju Indonesia yang mandiri pangan, kuat secara ekonomi, dan sehat secara generasi.

Jika Bandung bisa, maka seluruh Indonesia pasti bisa. (*/Redaksi )

BACA JUGA  OJK Sebut Suntikan Rp100 Triliun ke Himbara Longgarkan Likuiditas dan Tekan Bunga Bank
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses