spot_img
spot_img

Kasus Keracunan MBG Turun Tajam, BGN Akui Target Zero Accident Belum Tercapai

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Kasus keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan tren penurunan signifikan sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025. Meski demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui target zero accident belum sepenuhnya terwujud karena masih ditemukannya pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di sejumlah dapur umum.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan data tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026. Ia menyebut puncak kejadian gangguan keamanan pangan terjadi pada Oktober 2025 dengan 85 kasus.

“Kita bisa lihat bahwa puncak kejadian keamanan pangan terjadi pada bulan Oktober dengan 85 kejadian. Dan Alhamdulillah bisa menurun di 40 kejadian di November dan menyisakan kejadian di Desember 2025, 12 kejadian. Dan di Januari sudah terdapat 10 kejadian,” kata Dadan.

Iklan

Menurut Dadan, meskipun tren penurunan cukup tajam, insiden keracunan masih terjadi karena adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum yang belum sepenuhnya patuh terhadap SOP keamanan pangan.

“Meskipun kami targetkan nol kejadian, tapi masih saja ada pelanggaran pelanggaran SOP yang terjadi. Dan kita lihat bahwa kasus kejadian menurun menurut kami dengan peningkatan jumlah SPPG yang lebih signifikan,” ujarnya.

BGN menilai penurunan jumlah kasus menjadi indikator adanya perbaikan dalam penerapan SOP keamanan pangan di dapur-dapur SPPG. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mendorong sertifikasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur umum penyedia MBG.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan Ditunda, Yaqut Jelaskan Alasan Pembagian Kuota Haji

Dadan mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 6.150 SPPG telah mengantongi SLHS. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 32 persen dari total SPPG yang telah beroperasi.

“Dan tahun 2026 ini kita selain ada SLHS juga kita akan melakukan akreditasi (keamanan pangan) dan sertifikasi,” kata Dadan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pada 2026 BGN akan mendorong seluruh SPPG untuk memiliki akreditasi keamanan pangan secara bertahap. Akreditasi tersebut akan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni unggul (A), sangat baik (B), dan baik (C).

BGN berharap langkah-langkah perbaikan tersebut dapat terus menekan angka kejadian keracunan hingga mencapai target nol insiden, sekaligus memastikan program MBG berjalan aman dan berkelanjutan bagi masyarakat. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses