spot_img
spot_img

CEPA Disepakati, Indonesia Kini Punya Alternatif Kuat Hadapi Ketidakpastian Global

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Belgia, Minggu (13/7/2025).

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan pencapaian bersejarah dalam hubungan ekonomi internasional: Indonesia dan Uni Eropa resmi menyepakati Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), sebuah perjanjian perdagangan bebas yang telah dinegosiasikan selama satu dekade terakhir.

“Hari ini kita tembus, breakthrough, semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan. Jadi, kita sudah punya sekarang perjanjian CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, yang ini sebetulnya nanti adalah menjadi free trade agreement. Hampir semua tarif kita sudah selesai, hampir semuanya 0 persen di antara kita,” ujar Prabowo dalam pernyataan di Brussels, Belgia, seperti dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/7/2025).

Iklan

Presiden Prabowo menilai kesepakatan ini sebagai terobosan besar yang membuka peluang perdagangan baru bagi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

“Kita dalam keadaan ketidakpastian dunia, sekarang kita punya alternatif-alternatif yang kuat,” tegas Prabowo.

CEPA dipandang sebagai momentum penting dalam mempererat hubungan ekonomi Indonesia dengan salah satu pasar terbesar dunia. Prabowo menyebut Uni Eropa sebagai mitra strategis dengan jumlah penduduk lebih dari 460 juta jiwa dan produk domestik bruto (PDB) yang sangat besar.

“Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih, total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar. Jadi ini, alhamdulillah, suatu peristiwa bersejarah,” kata Prabowo.

BACA JUGA  KPK Lelang 176 Aset Koruptor Senilai Rp 289 M, Rumah Setya Novanto Ikut Dijual

Dalam pertemuan bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sehari sebelumnya (13/7), Prabowo menyatakan komitmen kuat Indonesia untuk memperkuat hubungan dengan Eropa.

“Mungkin tidak banyak dari kami yang ingin mengakuinya secara terbuka, tapi saya di sini dan saya akui secara terbuka: kami ingin melihat Eropa yang kuat, dan kami ingin bekerja sama dengan Eropa,” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo, Eropa masih memiliki peran penting sebagai pemimpin dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan keuangan, sementara Indonesia kaya akan sumber daya alam. Kolaborasi ini, katanya, dapat menjadi fondasi bagi stabilitas ekonomi dan geopolitik global.

“Kami di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sangat menganggap Eropa sebagai bagian penting dalam menciptakan stabilitas global. Eropa, menurut kami, masih menjadi pemimpin dalam banyak aspek kehidupan modern. Kami masih memandang ke arah Eropa,” ujarnya.

IMG 20250712 WA0024

Presiden juga mengungkapkan rasa puasnya atas hasil perundingan yang telah menuntaskan hampir seluruh isu antara kedua pihak.

“Jadi, pada dasarnya, kita tidak memiliki isu yang belum disepakati antara EU dan Indonesia. Itulah kesimpulan kita hari ini, dan saya sangat senang. Di era ketidakstabilan dan kebingungan ini, saya pikir kita memberikan contoh yang baik,” ucapnya.

Pernyataan Prabowo disambut positif oleh Ursula von der Leyen. Menurutnya, perjanjian CEPA mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kemitraan jangka panjang berbasis kepercayaan dan nilai bersama.

BACA JUGA  Malaysia Sebut Belum Terima Permintaan Ekstradisi Riza Chalid dari Indonesia

“Bersama-sama, kita mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya kemitraan jangka panjang yang dapat diprediksi, dibangun di atas kepercayaan, timbal balik, transparansi, dan nilai-nilai bersama,” ujar Ursula.

Ursula menilai Indonesia sebagai negara ekonomi besar dan mitra penting dalam rantai pasok global, khususnya untuk mendukung transisi energi bersih dan digital.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, pemasok utama barang-barang penting untuk transisi digital dan hijau, serta pasar yang terus berkembang dengan lebih dari 287 juta penduduk,” ucapnya.

Meski begitu, ia menyoroti bahwa posisi Indonesia saat ini masih berada pada peringkat kelima sebagai mitra dagang dan penerima investasi Uni Eropa di ASEAN. Karena itu, CEPA dinilai datang pada waktu yang tepat.

“Perjanjian ini akan membuka pasar baru, menciptakan lebih banyak peluang di sektor-sektor utama. Bisnis, pertanian, otomotif, dan jasa akan sangat diuntungkan,” tambah Ursula.

CEPA juga diharapkan memperkuat rantai pasok bahan mentah yang berkelanjutan.

“Kita tidak hanya menginginkan pasokan yang aman, tetapi juga pasokan yang bertanggung jawab, yang menghormati lingkungan, masyarakat lokal, dan berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas serta nilai tambah lokal,” tutup Ursula.

Perjanjian CEPA ini dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi dalam waktu dekat, menandai era baru hubungan perdagangan Indonesia dan Uni Eropa.

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses