spot_img
spot_img

Menu MBG di Empat Lawang Basi dan Berulat

ALINIANEWS.COM (Palembang) – Sebuah kejadian menghebohkan terjadi di SDN 7 Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sumatera Selatan, setelah delapan siswa dilarikan ke puskesmas akibat diduga keracunan setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Siswa-siswa tersebut dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah makan lauk yang diduga basi dan berulat. Kasus ini memunculkan perhatian publik, dan sampel makanan tersebut akhirnya dibawa ke BBPOM Palembang untuk diuji di laboratorium.

BACA JUGA  SPPG Hadir Saat Bencana: Dari Dapur Gizi Anak Sekolah Menjadi Garda Terdepan Kemanusiaan

Kepala BBPOM Palembang, Yanni Ardianti, mengonfirmasi bahwa sampel yang diduga terkait dengan kasus keracunan tersebut telah diterima pada Rabu (19/2/2025) pukul 08.00 WIB.

Iklan

“Benar, ada sampel MBG yang dibawa oleh Polres Empat Lawang yang telah kami terima. Sampel tersebut kini masih dalam proses pengujian di laboratorium,” jelas Yanni melalui pesan WhatsApp kepada admin BBPOM Palembang.

Ia juga menambahkan bahwa hasil uji laboratorium belum dapat diberikan dalam waktu dekat, dan jika sudah selesai, hasil uji akan disampaikan langsung ke Polres Empat Lawang selaku pemilik sampel.

BACA JUGA  Banjir dan Longsor Meluas ke 13 Daerah di Sumbar, Pemprov Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

Sebelumnya, Ketua DPD Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Sumatera Selatan, Evie Hadenli, yang juga bertanggung jawab atas dapur umum MBG, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil dari laboratorium terkait dugaan makanan basi dan berulat.

“Sampel sudah dibawa ke BPOM untuk diperiksa dan kami masih menunggu hasil lab,” ujar Evie pada hari yang sama.

Evie juga menjelaskan bahwa menu yang disajikan kepada siswa pada saat kejadian tersebut terdiri dari ikan filet patin krispi, bihun goreng, tahu goreng, dan buah pepaya.

“Ikan filet tersebut digoreng tipis dan garing seperti kerupuk. Jadi sangat mustahil jika ada belatung pada makanan yang baru dimasak beberapa jam sebelumnya,” tegas Evie, mempertanyakan kemungkinan adanya ulat atau bahan makanan yang basi.

Ia juga mempertanyakan sumber dari dugaan adanya makanan berulat, karena ikan tersebut telah difilet dan digoreng dengan baik.

“Saat ini, kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah makanan tersebut benar-benar basi dan mengandung ulat,” tambahnya.

Evie juga menyebutkan bahwa MBG di tujuh kabupaten di Sumatera Selatan, termasuk Empat Lawang, dikelola oleh Yayasan Vieki Indira yang berada di bawah PPJI.

Yayasan ini bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi gratis di daerah tersebut, yang juga mencakup kabupaten lain seperti Prabumulih, Pagaralam, Pali, Muara Enim, Lahat, dan Martapura. (at)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses