Padang-Komitmen memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan terus diperkuat di Kota Padang. Salah satunya melalui program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Padang di Aula Kemenag Kota Padang, Kamis (25/6/2026), dengan melibatkan 140 anak yatim dan penyandang disabilitas.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi paket bantuan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi antarlembaga sosial, zakat, dan wakaf dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kemenag Kota Padang yang dinilainya selaras dengan visi pembangunan sosial Pemerintah Kota Padang.

“Pemerintah Kota Padang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Program seperti ini penting dan sangat mulia karena menghadirkan kepedulian nyata bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas. Semoga menjadi keberkahan bagi daerah kita,” ujar Maigus.
Menurutnya, program tersebut juga mencerminkan sinergi kuat antara berbagai lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Kota Padang. Kolaborasi itu dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi sosial-keagamaan dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“Sinergi seperti ini terus kita tanamkan agar seluruh potensi yang ada dapat digerakkan secara maksimal, sehingga persoalan sosial di Kota Padang dapat diselesaikan bersama,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Maigus Nasir juga berinteraksi langsung dengan para peserta melalui sesi tanya jawab yang disambut antusias. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan mendapatkan bingkisan khusus.
Salah satu peserta yang berhasil menjawab adalah Jeri Yuriko dari MTsN 4 Padang, yang menjelaskan perbedaan antara infak dan sedekah dengan baik. Dua peserta penyandang disabilitas lainnya, Rizki Eka Putra dari Bakti Dinas Sosial Kalumbuk serta M. Aditia Windri dari PSBN Tuah Sakato, juga tampil percaya diri menjawab pertanyaan.
Momen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa anak-anak yatim dan penyandang disabilitas memiliki potensi besar yang perlu terus didukung melalui ruang pembinaan yang inklusif.
Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Padang, Edy Oktaviandi, menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan umat, terutama bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat,” ujarnya.
Edy juga menjelaskan bahwa penguatan ekosistem wakaf di Kota Padang terus berkembang. Sejak 2024, pihaknya aktif melakukan pendataan serta penataan aset wakaf. Upaya tersebut turut mengantarkan Kota Padang meraih status sebagai Kota Wakaf pada 2025.
“Kami akan terus mengembangkan potensi wakaf agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Padang, Yasril, menyebut para peserta tidak hanya menerima paket lebaran dan perlengkapan sekolah, tetapi juga diberi ruang untuk menampilkan bakat di hadapan para tamu undangan.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai lebih karena menjadi sarana motivasi dan pendampingan bagi anak-anak yatim maupun penyandang disabilitas.
“Mereka membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar tumbuh percaya diri dan mampu mengembangkan potensinya,” jelas Yasril.
Ia menegaskan, anak-anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari generasi bangsa yang memiliki talenta membanggakan.
“Mereka adalah anak bangsa yang punya kemampuan dan talenta yang patut kita banggakan,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan lembaga amil zakat di Kota Padang, di antaranya BAZNAS, LAZ Ar Risalah Charity, Dompet Dhuafa Singgalang, serta berbagai lembaga filantropi lainnya. (sal)




