Padang-Solidaritas antardaerah dalam penanganan bencana kembali ditunjukkan Pemerintah Kota Padang. Sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Pemkot Padang menyalurkan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus senilai total Rp5 miliar untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
Bantuan tersebut disalurkan kepada tiga daerah terdampak, yakni Kabupaten Aceh Timur sebesar Rp2 miliar, Kabupaten Aceh Tamiang Rp2 miliar, dan Kabupaten Aceh Utara Rp1 miliar. Dana bantuan telah ditransfer pada 19 Juni 2026.
Atas dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melakukan kunjungan resmi ke Pemerintah Kota Padang pada Kamis (25/6/2026) untuk menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih secara langsung.

Rombongan Pemkab Aceh Timur dipimpin Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Timur, Adlinsyah, dan diterima Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, Pelaksana Tugas Kepala BPKAD Kota Padang Elvira, serta Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kota Padang Devi Susanti Razif di Balai Kota Padang.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.1/4277/SJ tanggal 21 Mei 2026 yang mengarahkan pemanfaatan sebagian Tambahan Kemampuan Daerah (TKD) untuk membantu pemerintah daerah yang terdampak langsung bencana.
Proses pencairan bantuan juga mengacu pada Peraturan Wali Kota Padang Nomor 10 Tahun 2026 serta Keputusan Wali Kota Padang Nomor 100.3.3.3/534/PDG/2026 tanggal 18 Juni 2026.
Adlinsyah mengatakan bantuan dari Pemkot Padang menjadi dukungan penting bagi masyarakat Aceh Timur yang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana.
“Kami Pemerintah Kabupaten Aceh Timur datang untuk menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemerintah Kota Padang terhadap masyarakat kami yang terdampak banjir melalui bantuan yang telah diberikan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga simbol kuat solidaritas antardaerah di tengah masa pemulihan.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Aceh Timur dan memberi manfaat nyata dalam proses pemulihan daerah kami. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan solidaritas yang diberikan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Padang, Corri Saidan, menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud empati sekaligus komitmen gotong royong antarpemerintah daerah dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, Kota Padang memahami beratnya proses pemulihan pascabencana karena juga pernah mengalami musibah serupa pada 2025.
“Bantuan keuangan dari Pemerintah Kota Padang kepada Kabupaten Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang merupakan salah satu wujud solidaritas antardaerah. Kita sama-sama pernah mengalami musibah banjir dan longsor pada 2025,” kata Corri.
Ia berharap bantuan tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak, terutama dalam percepatan rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan hunian warga.
“Semoga bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan pascabencana, meringankan beban masyarakat, mendukung pembangunan infrastruktur dan hunian, serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tutupnya.
Bantuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dan solidaritas kuat antarwilayah demi mempercepat pemulihan masyarakat terdampak. (sal)



