20 CHEF SPPG Sumbar–Jambi Ikuti Sertifikasi BNSP, Perkuat Standar Layanan Gizi MBG

20 CHEF SPPG Sumbar–Jambi Ikuti Sertifikasi BNSP, Perkuat Standar Layanan Gizi MBG

Padang, 3 Mei 2026 — Upaya penguatan kualitas sumber daya manusia dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan secara sistematis dan terukur. Sebanyak 20 orang Chef utusan dari berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Sumatera Barat dan Jambi mengikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi Chef yang diselenggarakan pada 2–3 Mei 2026 di Katagiaan Resto, Kota Padang.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LPK Alinia dan LSP Jasa Boga Nusantara, lembaga sertifikasi profesi yang berlisensi resmi dan mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pelaksanaan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap dapur SPPG memiliki tenaga Chef yang kompeten, profesional, dan memenuhi standar nasional.

Iklan

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan online pada 2 Mei 2026, dilanjutkan dengan uji kompetensi secara langsung pada 3 Mei 2026. Para peserta diuji secara menyeluruh, meliputi aspek higiene dan sanitasi pangan, teknik pengolahan makanan bergizi, manajemen dapur, serta kepatuhan terhadap standar operasional MBG.

Direktur LSP Jasa Boga Nusantara, Rudy Harsono, menegaskan bahwa sertifikasi ini menjadi instrumen penting dalam menjaga kualitas layanan gizi nasional.

“Chef di SPPG tidak hanya dituntut mampu memasak, tetapi juga harus memahami standar keamanan pangan dan manajemen dapur yang profesional. Sertifikasi BNSP memastikan kompetensi tersebut terukur dan diakui secara nasional,” ujarnya.

BACA JUGA  “Ingin Hidup 1.000 Tahun!” Prabowo Bongkar Alasannya: Demi Lihat Indonesia Jadi Raksasa Dunia

Sementara itu, Direktur LPK Alinia, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, menegaskan bahwa keberadaan Chef bersertifikat BNSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari standar operasional SPPG.

“Chef bersertifikat BNSP adalah persyaratan mutlak bagi setiap SPPG sesuai Juknis Badan Gizi Nasional (BGN). Kualitas makanan bergizi yang disajikan sangat ditentukan oleh kualitas SDM dapur,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pada akhir Mei 2026 mendatang akan kembali dilaksanakan kegiatan serupa dengan konsep yang lebih terintegrasi di Alinia Park & Resort, Dharmasraya. Kegiatan tersebut akan memadukan pelatihan offline, uji kompetensi, outbound, serta wisata edukatif, guna memperkuat kapasitas teknis sekaligus membangun kekompakan dan semangat pelayanan para Chef SPPG.

Program MBG sebagai program prioritas nasional menuntut standar tinggi dalam setiap aspek pelaksanaannya. Dengan semakin luasnya pelaksanaan uji kompetensi Chef berbasis BNSP, diharapkan kualitas layanan gizi kepada masyarakat—terutama bagi kelompok prioritas seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan pelajar—dapat terjaga secara optimal dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa sinergi antara lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, dan pelaku lapangan menjadi kunci dalam membangun ekosistem MBG yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi peningkatan kualitas gizi nasional. (*/ Redaksi )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses