Rupiah Fluktuatif di Level Rp17.100-an, Tertekan Sentimen Domestik dan Arus Modal Asing

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.100 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Pada pembukaan pagi, mata uang Garuda sempat menguat tipis ke level Rp17.123 per dolar AS atau naik 4 poin (0,02 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya.

Namun, tekanan kembali muncul pada siang hari. Hingga pukul 12.50 WIB, rupiah terpantau melemah 0,08 persen ke posisi Rp17.141 per dolar AS di pasar spot.

Pergerakan rupiah sejalan dengan dinamika mata uang global yang cenderung bervariasi. Di kawasan Asia, yen Jepang melemah 0,08 persen, yuan China turun 0,03 persen, sementara baht Thailand menguat 0,33 persen dan won Korea Selatan naik 0,02 persen. Dolar Singapura juga menguat tipis, sedangkan dolar Hong Kong melemah.

Iklan

Sementara itu, mata uang utama negara maju mayoritas bergerak di zona merah. Euro Eropa melemah 0,05 persen, franc Swiss turun 0,01 persen, dan dolar Australia serta Kanada sama-sama terkoreksi. Poundsterling Inggris menjadi salah satu yang masih menguat tipis.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah di awal perdagangan didorong oleh tekanan terhadap dolar AS, terutama setelah data inflasi produsen Amerika Serikat lebih rendah dari ekspektasi.

“Data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari harapan juga menekan dolar AS. Namun penguatan akan terbatas, mengingat sentimen domestik masih lemah dan dengan investor menantikan hasil RDG BI,” ujar Lukman.

BACA JUGA  Hunian Kian Tak Terjangkau, Pemerintah Didorong Percepat Rusun Subsidi

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS dalam jangka pendek.

Meski demikian, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar, terutama dari faktor domestik. Lukman menyebut arus keluar dana asing (capital outflow) menjadi salah satu penyebab utama pelemahan.

Penurunan cadangan devisa Indonesia dari US$151,9 miliar pada Februari menjadi US$148,2 miliar pada Maret 2026 turut menambah kekhawatiran pelaku pasar. Selain itu, penyempitan surplus neraca perdagangan, pelebaran defisit anggaran, hingga revisi outlook peringkat kredit oleh lembaga pemeringkat global menjadi sentimen negatif tambahan.

“Rupiah masih melemah di saat mata uang regional Asia maupun mata uang utama dunia justru menguat sepekan ini,” kata Lukman.

Ia menilai imbal hasil aset berdenominasi rupiah saat ini kurang menarik dibandingkan risiko yang dihadapi investor. Peluang penguatan tetap terbuka, namun cenderung terbatas dan bergantung pada intervensi Bank Indonesia.

Untuk penguatan yang lebih berkelanjutan, menurutnya, diperlukan kebijakan suku bunga yang lebih agresif. Namun langkah tersebut menjadi dilema di tengah rencana pelonggaran moneter untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Di sisi eksternal, ketidakpastian geopolitik juga masih membayangi. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut potensi tekanan berasal dari situasi di Timur Tengah, khususnya terkait kebijakan Amerika Serikat di jalur strategis energi global.

“Militer AS mengatakan pada hari Senin bahwa blokade mereka terhadap Selat Hormuz akan meluas ke timur hingga Teluk Oman dan Laut Arab,” ujarnya.

BACA JUGA  BGN Bantah Isu Pengadaan Laptop 32 Ribu Unit dan Alat Makan Rp4 Triliun untuk Program MBG

Meski ada harapan perundingan damai antara AS dan Iran, ketegangan yang belum sepenuhnya reda tetap berisiko menekan pasar, termasuk nilai tukar rupiah.

Dengan berbagai tekanan tersebut, Lukman memperkirakan jika tidak ada perubahan signifikan, rupiah berpotensi melemah lebih jauh hingga kisaran Rp17.500–Rp18.000 per dolar AS pada akhir 2026.

Pergerakan ini memperlihatkan bahwa meskipun faktor global mulai mereda, tantangan domestik masih menjadi penentu utama arah rupiah ke depan.

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses