“Sumatera Barat di Titik Kritis: Iklim Investasi Rapuh, Tokoh Desak Kepastian dan Konsistensi Kebijakan”

“Sumatera Barat di Titik Kritis: Iklim Investasi Rapuh, Tokoh Desak Kepastian dan Konsistensi Kebijakan”

Oleh : Drs.H.Marlis,MM, C.Med ( CEO ALINIA GROUP )

Padang, 4 April 2026 — Suasana diskusi tokoh Sumatera Barat yang digelar di Pangeran Beach Hotel, Sabtu malam (4/4/2026) berlangsung hangat namun penuh nada kritis. Forum yang diinisiasi oleh Darsriel A. Noeha dan difasilitasi oleh Musliar Kasim ini menjadi ruang terbuka bagi para tokoh untuk membedah secara jujur kondisi investasi di Sumbar. Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Hendrizal Ridwan, Hasril Chaniago, Zuleffendi, Asnawi Bahar, Guspardi Gaus, Marlis, dan Edi Suwandi, bersama para penggagas kegiatan.

Iklan

Mengusung tema “Prospek Investasi untuk Kemajuan Sumatera Barat”, forum ini justru mengungkap kenyataan yang tidak bisa lagi ditutup-tutupi: iklim investasi Sumbar sedang berada dalam kondisi rapuh dan membutuhkan pembenahan serius.

20260404 201220

Pertumbuhan Melambat, Alarm Ekonomi Menyala

Diskusi langsung menyoroti angka Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 2025 sebesar 3,37%. Angka ini dinilai belum cukup untuk mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Para tokoh sepakat, ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator perlambatan yang harus segera direspons dengan kebijakan nyata.

Masalah Utama: Ketidakpastian dan Lemahnya Tata Kelola

Berbagai persoalan mendasar terungkap dalam diskusi:

Prioritas pembangunan tidak jelas dan tidak konsisten

Baru 6 kabupaten/kota yang menyelesaikan RDTR

Tidak adanya kesatuan visi dari tingkat bawah hingga Gubernur

BACA JUGA  Auditor BPKP Ungkap Dugaan Keuntungan Tak Wajar di Proyek Chromebook, Dana Disebut “Dibagi-bagi”

Pemerintah dinilai belum serius dan belum fokus

Kondisi ini menciptakan ketidakpastian yang membuat investor menahan diri.

Perantau Menjauh, Kepercayaan Menurun

Salah satu sorotan penting adalah menurunnya minat investasi dari kalangan perantau Minang sendiri. Padahal selama ini, perantau dikenal sebagai kekuatan ekonomi. Namun kini muncul kecenderungan:

Enggan berinvestasi di daerah asal

Khawatir terhadap gangguan sosial

Meragukan kepastian hukum dan perlindungan usaha

Fenomena ini menjadi sinyal serius menurunnya kepercayaan terhadap ekosistem investasi di Sumbar.

Krisis Mentalitas: Terjebak Masa Lalu

Diskusi juga menyinggung persoalan yang lebih mendalam, yaitu mentalitas kolektif. Sumatera Barat dinilai terlalu lama larut dalam romantisme kejayaan masa lalu, sementara dunia terus bergerak cepat.

Bahkan muncul kekhawatiran:

Semangat entrepreneurship yang dulu menjadi kekuatan utama orang Minang kini mulai melemah. Jika tidak segera dibangkitkan kembali, ini dapat menjadi hambatan jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Penegakan Hukum Jadi Kunci

Para tokoh menegaskan bahwa penegakan hukum (law enforcement) adalah faktor krusial:

Gangguan terhadap investor harus ditindak tegas

Peran Dubalang dan Satpol PP perlu diperkuat

Kepastian hukum harus benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha

Tanpa hal ini, upaya menarik investasi hanya akan menjadi retorika.

Lemahnya Komunikasi dan Strategi Promosi

Selain itu, kemampuan komunikasi dan marketing pemerintah daerah juga dinilai masih lemah:

Narasi investasi belum kuat

BACA JUGA  Pemerintah Gelontorkan Rp1,7 Triliun untuk Riset Kampus

Promosi daerah kurang agresif

Strategi branding Sumbar belum terarah

Padahal, dalam persaingan antar daerah, daya tarik komunikasi menjadi faktor penentu.

Kesimpulan: Saatnya Bertindak Nyata

Diskusi ini menghasilkan satu kesimpulan tegas:

Sumatera Barat tidak kekurangan potensi, tetapi membutuhkan kepastian arah, konsistensi kebijakan, dan keberanian untuk berubah.

Langkah strategis yang didorong:

Menetapkan arah pembangunan yang jelas dan berkelanjutan

Menyatukan visi seluruh pemangku kepentingan

Menuntaskan RDTR di seluruh kabupaten/kota

Memperkuat penegakan hukum

Menghidupkan kembali semangat entrepreneurship

Meningkatkan kualitas komunikasi dan marketing daerah

Diskusi ini bukan sekadar forum pertukaran gagasan, melainkan peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan.

Jika tidak segera berbenah, Sumatera Barat berisiko terus tertinggal—bukan karena tidak mampu, tetapi karena lambat mengambil keputusan dan enggan berubah.

Disikusi selanjutnya direncanakan akan diadakan di ALINIA PARK & RESORT Dharmasraya dengan mengundang seluruh Kepala Daerah serta pihak pihak yg terkait dengan spirit “Sumatera Barat yang lebih HEBAT “.(*/ Marlis – CEO ALINIA GROUP )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses