JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pernyataan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam diskusi eksklusif bersama Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV menjadi penegasan kuat arah kepemimpinan nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan lugas dan tanpa keraguan, Presiden menyampaikan:
“Saya pertaruhkan kepemimpinan saya untuk MBG!”

Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan komitmen politik dan moral tertinggi seorang kepala negara dalam memastikan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program strategis nasional.
Program MBG dirancang sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus menjadi solusi konkret atas persoalan gizi, kemiskinan, dan ketimpangan akses pangan yang selama ini menjadi tantangan struktural bangsa.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa alokasi anggaran untuk MBG adalah bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia. Dibandingkan anggaran yang berpotensi tidak tepat sasaran atau bahkan bocor, MBG justru memastikan manfaat langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan.
Negara Hadir, Rakyat Terlindungi
Pemerintah menempatkan MBG sebagai simbol kehadiran negara di tengah rakyat. Setiap rupiah yang dialokasikan harus berdampak nyata: meningkatkan kualitas gizi, mendorong ekonomi lokal, serta menggerakkan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM.
Lebih dari itu, MBG juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis dapur SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem pangan nasional.
Menanggapi komitmen Presiden tersebut, Drs. H. Marlis, MM, Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat, menegaskan bahwa pernyataan Presiden harus menjadi panggilan tanggung jawab bagi seluruh pelaksana di lapangan.
“Dengan komitmen dari Presiden Prabowo seperti itu, maka harus menjadi tanggung jawab dan kesungguhan dari seluruh Mitra dan Relawan SPPG di seluruh Indonesia untuk melaksanakan tugas mulia ini secara profesional serta sesuai dengan aturan yang ada.”
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh disiplin pelaksanaan standar, integritas, serta konsistensi seluruh pihak dalam menjaga kualitas layanan dan kepercayaan publik.
Ajakan untuk Bersatu dan Mengawal
Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa — pemerintah daerah, mitra pelaksana, akademisi, media, serta masyarakat — untuk bersama-sama mengawal, mendukung, dan memastikan implementasi MBG berjalan sesuai standar, transparan, dan akuntabel.
Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun keberpihakan pada masa depan generasi bangsa harus menjadi kepentingan bersama yang tidak dapat ditawar.
Komitmen pada Integritas dan Akuntabilitas
Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan MBG akan dilakukan dengan prinsip tata kelola yang baik (good governance), pengawasan berlapis, serta keterbukaan informasi publik guna mencegah penyimpangan dalam bentuk apapun. Pernyataan Presiden Prabowo adalah pesan kuat bahwa kepemimpinan sejati adalah keberanian mengambil risiko demi kepentingan rakyat banyak.
Program MBG bukan sekadar program pemerintah — ini adalah gerakan nasional untuk memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kekurangan gizi, dan tidak ada masa depan bangsa yang dikorbankan.
“Ketika pemimpin berani bertaruh untuk rakyatnya, di situlah masa depan bangsa mulai dibangun.” (*/Redaksi )




