Cucu Presiden Soeharto Siap Jadi Pembina HMD GEMAS, Dorong Perbaikan Tata Kelola Program MBG

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) mendapatkan dukungan moral baru dalam upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Eno Sigit Suharto, cucu Presiden ke-2 Republik Indonesia H. M. Soeharto, menyatakan kesediaannya untuk menjadi Dewan Pembina HMD GEMAS.

Kesediaan tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi antara pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HMD GEMAS, perwakilan DPW dan DPD dari berbagai daerah, bersama Eno Sigit Suharto dan H. Ruli, yang berlangsung dalam suasana diskusi strategis mengenai masa depan pelaksanaan program MBG di lapangan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi mitra dapur MBG dalam memperkuat komitmen untuk menjalankan program strategis nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Iklan

Dalam pertemuan tersebut, Eno Sigit Suharto menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota HMD GEMAS di seluruh Indonesia agar menjalankan amanah program pemenuhan gizi nasional dengan penuh integritas, kejujuran, dan profesionalisme.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis sangat ditentukan oleh kualitas bahan makanan, standar kebersihan dapur, serta tata kelola operasional yang baik dan transparan.

“Program pemenuhan gizi bagi generasi Indonesia adalah amanah besar bangsa. Karena itu seluruh pelaksana di lapangan harus menjaga kualitas bahan makanan, kebersihan dapur, serta tata kelola yang baik agar tujuan besar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Eno Sigit Suharto.

BACA JUGA  7 Kebiasaan Harian Entrepreneur Sukses

Bahas Persoalan Riil di Lapangan

Selain agenda silaturahmi, pertemuan tersebut juga diisi dengan diskusi panjang mengenai berbagai dinamika pelaksanaan program MBG di lapangan.

Pengurus HMD GEMAS menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi para mitra dapur, mulai dari aspek tata kelola operasional dapur, proses perizinan administrasi, standar sarana prasarana, hingga berbagai isu yang berkembang di masyarakat dan media sosial.

Beberapa isu yang turut dibahas antara lain terkait pemberitaan mengenai dugaan kasus keracunan makanan, penutupan sejumlah dapur SPPG, hingga indikasi pelanggaran standar bahan makanan (BAMA) yang belakangan menjadi perhatian publik.

DPP HMD GEMAS menilai berbagai persoalan tersebut harus dilihat secara objektif dan menyeluruh, mengingat program MBG saat ini merupakan program berskala nasional yang melibatkan ribuan dapur pelayanan gizi di berbagai daerah.

Laporan Kondisi Lapangan Akan Disampaikan ke Presiden

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, HMD GEMAS berencana menyusun resume dan laporan komprehensif mengenai kondisi riil pelaksanaan program MBG di lapangan.

Laporan tersebut akan memuat berbagai persoalan yang dihadapi mitra dapur, termasuk aspek administrasi, standar operasional, serta berbagai dinamika yang muncul selama implementasi program di berbagai daerah.

Dokumen tersebut rencananya akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai bahan masukan strategis bagi penyempurnaan pelaksanaan program nasional tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP HMD GEMAS Indonesia, Yusuf Supriadi, SE, mengatakan bahwa organisasi mitra dapur ini sejak awal berdiri merupakan bagian dari gerakan masyarakat yang berkomitmen penuh mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

BACA JUGA  Tito Desak Daerah Percepat Data Rumah Rusak, Pemerintah Targetkan 37 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Menurut Yusuf, para mitra dapur di berbagai daerah telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan program tersebut, bahkan pada masa awal pelaksanaan ketika sistem pembayaran dari pemerintah masih mengalami keterlambatan.

“Sejak awal para mitra dapur telah menunjukkan komitmen yang luar biasa. Banyak yang tetap menjalankan operasional dapur meskipun pada masa awal program sempat terjadi keterlambatan pembayaran hingga lebih dari satu bulan. Ini menunjukkan bahwa para mitra bukan sekadar pelaksana program, tetapi bagian dari pejuang sosial untuk masa depan gizi generasi Indonesia,” ujar Yusuf Supriadi.

Ia juga menegaskan bahwa HMD GEMAS mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan penertiban standar operasional dapur SPPG, termasuk terkait persyaratan SLHS, sertifikasi Chef, sertifikasi Halal, serta standar sanitasi dan IPAL.

Namun demikian, menurut Yusuf, pembinaan dan pengawasan terhadap dapur MBG perlu dilakukan secara adil, objektif, dan berbasis fakta di lapangan, agar tidak menimbulkan kerugian bagi para mitra yang telah berkomitmen menjalankan program dengan baik.

Soroti Praktik Jual Beli Titik Dapur

Dalam diskusi tersebut, HMD GEMAS juga menyoroti adanya indikasi praktik jual beli titik dapur (SPPG) di beberapa wilayah yang dinilai berpotensi merusak integritas program.

Menurut Yusuf, praktik tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat mencederai semangat pengabdian dan tujuan utama program MBG yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi generasi Indonesia.

BACA JUGA  KUNCI MENJADI ORANG SUKSES: BUKAN SOAL SIAPA KAMU, TAPI APA YANG KAMU LAKUKAN SETIAP HARI

“Kami berharap seluruh pihak menjaga integritas program ini. Program MBG adalah program strategis nasional yang menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu pelaksanaannya harus dijaga dari berbagai praktik yang dapat merusak tujuan mulia program ini,” tegasnya.

Dengan adanya dukungan pembinaan dari Dewan Pembina yang baru, HMD GEMAS berharap seluruh mitra dapur di seluruh Indonesia dapat semakin memperkuat integritas, tata kelola, serta profesionalitas dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Bagi HMD GEMAS, program MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan investasi besar bangsa dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing di masa depan. (*/Marlis-Ketua DPW HMD Gemas Sumbar )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses