Oleh : Drs.H.Marlis,MM ( Kisah Nyata )
Alinia Park & Resort, 13 Februari 2026 – Praktik dugaan penipuan berkedok jasa sewa mobil towing kembali mencuat. Seorang konsumen asal Sumatera Barat menjadi korban setelah kendaraan minibus model terbaru yang baru dibelinya di kawasan Summarecon Bekasi, justru dikendarai ratusan kilometer oleh pihak tak bertanggung jawab sebelum sampai ke tujuan.
Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 7 Februari 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban membeli satu unit minibus terbaru dari dealer mobil asal Korea di Bekasi. Karena kendaraan akan dibawa ke Padang, korban memutuskan menggunakan jasa mobil towing melalui rekomendasi seorang kerabat. Jasa towing tersebut diketahui beralamat di Depok dengan nilai sewa Rp10.500.000. Unit kendaraan dijemput di Kota Wisata Cibubur, dengan janji akan dibungkus rapi di pool sebelum diberangkatkan ke Sumatera Barat.

Aplikasi Berbunyi Tengah Malam
Namun, fakta mengejutkan terungkap hanya beberapa jam setelah penjemputan. Melalui aplikasi resmi kendaraan yang terpasang di ponsel keluarga korban, muncul notifikasi bahwa mesin mobil dalam kondisi hidup dan sedang berjalan di jalan tol. Tak hanya itu, sistem juga menampilkan posisi serta kecepatan kendaraan secara real-time.
Keesokan harinya, kendaraan terpantau telah berada di Kota Palembang, bahkan sempat berada di lokasi pencucian mobil. Setelah itu, barulah kendaraan dinaikkan ke mobil towing lain untuk melanjutkan perjalanan ke arah Padang. Artinya, kendaraan yang seharusnya diangkut menggunakan towing, justru dikemudikan langsung ratusan kilometer tanpa izin pemiliknya.
Kilometer Melonjak Drastis
Perjalanan menuju Sumatera Barat pun berjalan lambat. Kondisi mobil towing yang dinilai sudah tua dan kerap mengalami gangguan membuat perjalanan memakan waktu hingga lima hari.
Akhirnya, korban meminta kendaraan cukup diantar sampai ALINIA Park & Resort Dharmasraya. Saat dilakukan pemeriksaan fisik, kondisi eksterior dan interior kendaraan memang dalam keadaan baik. Namun, terdapat fakta mencolok pada dashboard:
Kilometer awal saat pembelian: 14 km, Kilometer saat diterima: 553 km, Artinya, terdapat selisih 539 kilometer penggunaan di luar kesepakatan.
Pengakuan Pemilik Towing
Melalui komunikasi bersama keluarga perantara, pemilik usaha towing berinisial ADT akhirnya mengakui bahwa kendaraan tersebut memang dikendarai dari Jakarta menuju Palembang, dan baru setelah itu dinaikkan ke mobil towing untuk melanjutkan perjalanan ke Padang.
Secara hukum, tindakan tersebut berpotensi masuk dalam unsur penipuan dan/atau penggelapan, karena tidak sesuai dengan perjanjian jasa yang disepakati di awal.
Namun, dengan mengedepankan pendekatan humanis, kedua belah pihak sepakat penyelesaian damai. Disepakati pengembalian setengah biaya sewa sebesar Rp5 juta.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, dana pengembalian tersebut belum direalisasikan, dan kendaraan towing masih ditahan sebagai bentuk jaminan komitmen penyelesaian.
Modus yang Perlu Diwaspadai
Kasus ini mengindikasikan modus yang patut diwaspadai masyarakat:
1. Menawarkan jasa towing dengan harga relatif kompetitif.
2. Memberikan janji kendaraan akan diangkut penuh (digendong).
3. Kendaraan justru dikendarai langsung sebagian perjalanan.
4. Baru dinaikkan ke towing mendekati tujuan untuk menghilangkan jejak.
Praktik seperti ini sangat merugikan konsumen, terutama untuk kendaraan baru yang nilai jualnya bisa turun signifikan akibat pertambahan kilometer.
Pelajaran bagi Masyarakat
Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat agar:
Memastikan legalitas dan rekam jejak perusahaan towing.
Membuat perjanjian tertulis yang jelas.
Memanfaatkan fitur GPS atau aplikasi kendaraan.
Meminta dokumentasi foto dan video saat proses loading.
Kendaraan bukan sekadar barang, melainkan aset bernilai tinggi. Kelalaian dalam memilih jasa pengiriman dapat berujung pada kerugian finansial bahkan persoalan hukum.
Peristiwa ini kini menjadi pembelajaran penting agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa sewa mobil towing, di mana pun dan untuk keperluan apa pun. (*/ Marlis )





perusahaan towing yang kurang bertanggung jawab juga, kalau ongkir segitu memang rata rata pihak towing agak keberatan sih, mepet jika di kerjakan, saya pribadi pernah menjalankan ongkir segitu, belum lagi kena calo, tipis. perhatikan juga jika ingin kirim kendaraan jarak jauh hindari calo calo yang tidak bertanggungjawab, tanyakan asuransi, tanyakan Gps towing nya, setiap kendaraan towing di lengkapi gps, serahkan pekerjaan kepada kantor yang benar2 jasa pengiriman towing,