spot_img
spot_img

Menjalankan Visi Presiden dari Desa: SPPG KOPTIDAR 88 Lampung Jadi Model Ideal Program Makan Bergizi Gratis

Oleh : Drs.H.Marlis,MM, C.Med (Ketua HMD Gemas Sumbar)

Di tengah hamparan persawahan Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, berdiri sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini menjadi perhatian Badan Gizi Nasional (BGN). Namanya SPPG KOPTIDAR 88—sebuah dapur gizi yang tidak hanya menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga menghadirkan model pemberdayaan masyarakat yang nyata dari desa untuk Indonesia.

Keistimewaan SPPG KOPTIDAR 88 tidak berhenti pada kiprahnya sebagai pelaksana Program Makan Bergizi Gratis, tetapi juga pada semangat pengabdiannya yang terinspirasi dari misi dan program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Nilai-nilai keberpihakan kepada rakyat, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fondasi utama dalam setiap langkah operasional SPPG ini. Sejak mulai beroperasi pada 19 Agustus 2025, SPPG KOPTIDAR 88 secara konsisten menerjemahkan visi tersebut ke dalam praktik nyata di lapangan—menjadikan MBG sebagai gerakan kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Iklan

SPPG KOPTIDAR 88 digerakkan oleh Dewi Ratih sebagai penggerak utama di lapangan yang dipercaya untuk menjalankan misi Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Lampung. Di bawah koordinasinya, SPPG ini membuka ruang seluas-luasnya bagi petani dan masyarakat lokal untuk menjual langsung hasil panen serta produk pangan mereka ke dapur gizi, tanpa dibatasi jumlah minimum yang memberatkan. Meski hanya membawa hasil kebun dalam skala kecil, masyarakat tetap dilayani dan diberdayakan.

BACA JUGA  Nasaruddin Umar Laporkan Fasilitas Jet Pribadi ke Komisi Pemberantasan Korupsi, KPK: Disampaikan Kurang dari 30 Hari Kerja

Pendekatan tersebut membuat roda ekonomi desa berputar dari bawah. Petani sayur, peternak ayam, hingga warga dengan hasil kebun rumahan kini memiliki pasar yang pasti, dekat, dan berkelanjutan.

Prinsip keberpihakan kepada masyarakat lokal juga diterapkan dalam pemenuhan protein hewani. Ketika membutuhkan daging sapi, mitra SPPG memilih membeli sapi hidup langsung dari peternak setempat, kemudian melakukan penyembelihan sesuai prosedur di lokasi SPPG. Selain menjamin kesegaran dan kualitas pangan, praktik ini turut memberikan manfaat sosial yang luas. Kelebihan daging, jeroan, kepala, dan kaki sapi dibagikan kepada para relawan dan masyarakat sekitar, sehingga menghadirkan nilai gotong royong yang nyata serta memperkuat ikatan sosial di desa.

Inilah potret SPPG yang ideal: dapur gizi yang tidak sekadar memasak dan mendistribusikan makanan, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan manfaat bagi banyak lapisan masyarakat.

SPPG KOPTIDAR 88 berada di bawah naungan Yayasan Garanta Untuk Indonesia, sebuah yayasan yang didirikan oleh keluarga Brigjen TNI (Purn) Garanta Singkali (mantan Direktur Keuangan Mabes TNI AD), yang secara khusus dibentuk untuk mendukung penuh Program MBG sebagai program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

BGN menilai kehadiran SPPG KOPTIDAR 88 sebagai contoh konkret bagaimana kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi praktik lapangan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

Dewi Ratih, selaku Direktur Operasional KOPTIDAR 88, menegaskan bahwa sejak awal pihaknya berkomitmen menjalankan MBG bukan sekadar sebagai program, melainkan sebagai misi kemanusiaan.

BACA JUGA  BGN Tegaskan Penguatan Disiplin, Standar Mutu, dan Transparansi Program MBG

> “Kami hanya ingin menjalankan amanah sebaik mungkin. MBG ini adalah misi mulia—tentang masa depan anak-anak Indonesia sekaligus tentang keberlangsungan hidup petani dan masyarakat desa. Karena itu, kami memilih membeli langsung dari warga sekitar agar manfaatnya benar-benar dirasakan bersama,” ujar Dewi Ratih.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan SPPG KOPTIDAR 88 merupakan hasil kolaborasi semua pihak.

> “Kalau masyarakat ikut bergerak, program ini akan jauh lebih kuat. Di Trimulyo, kami merasakan semangat kebersamaan itu. SPPG ini milik bersama,” tutupnya.

Apa yang dilakukan SPPG KOPTIDAR 88 menjadi bukti bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga tentang membangun ekosistem kemandirian pangan dan ekonomi desa. Dari Trimulyo, Lampung, lahir sebuah teladan—bahwa ketika visi negara bertemu dengan ketulusan pengabdian, manfaatnya dapat menjalar luas hingga ke akar rumput. (*/ Marlis – Ketua DPW HMD Gemas Sumbar )

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses