PADANG, ALINIANEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 H/2026 dengan penyesuaian menu berupa makanan ringan yang dapat disantap saat berbuka puasa. Namun, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengusulkan agar bantuan tersebut sementara waktu diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua siswa.
Usulan itu disampaikan Maigus dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Ruang Bagindo Aziz Chan, Kantor Balai Kota Padang, Jumat, 27 Februari 2026.
“Muncul usulan agar selama Ramadan, bantuan makanan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada orang tua,” ungkap Maigus Nasir.

Menurutnya, penggantian bantuan dalam bentuk tunai diharapkan tidak hanya memudahkan distribusi selama Ramadan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita berharap dana itu berputar di UMKM lokal. Apalagi seluruh siswa SD dan SMP sedang mengikuti Pesantren Ramadan di masjid dan musala, distribusi makanan yang biasanya ke sekolah akan mengalami kendala logistik,” jelas Wawako.
Ia menambahkan, dana yang diterima orang tua dapat dibelanjakan untuk membeli makanan berbuka di pasar takjil atau “Pasa Pabukoan” yang tersebar di berbagai titik di Kota Padang.
Maigus juga menekankan bahwa MBG bukan sekadar program kesehatan, melainkan turut menjadi penggerak ekonomi daerah. Ia menyebut perputaran dana dari program tersebut di Kota Padang dapat mencapai Rp1,4 miliar per hari.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kota Padang yang juga Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Alfiadi, memaparkan capaian pelaksanaan program hingga Februari 2026.
Menurut Alfiadi, MBG saat ini telah menjangkau 59 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani 460 sekolah di 10 kecamatan di Kota Padang.
Hingga Februari 2026, total penerima manfaat program tersebut mencapai 143.056 orang. Rinciannya, peserta didik PAUD hingga SMA sebanyak 128.348 jiwa, ibu hamil dan menyusui 11.340 jiwa, serta pendidik dan tenaga kependidikan 3.368 jiwa.
“Realisasi saat ini sudah mencapai 50,91 persen. Target kita di tahun 2026 adalah menambah 41 unit SPPG lagi sehingga total menjadi 96 unit, semua itu guna memastikan seluruh anak di Kota Padang terlayani,” ujar Alfiadi.
Usulan pengalihan bentuk bantuan tersebut masih menjadi bagian dari pembahasan evaluasi program selama Ramadan, dengan tetap mempertimbangkan aspek teknis, manfaat gizi, serta dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. (*/Rel)




