Pengusaha budi daya ikan patin Zulkifli saat berdialog dengan Wali Kota Padang Fadly Amran. (Foto Yurnaldi/Alinianews.com)
PADANG, ALINIANEWS.COM — Wali Kota Padang Fadly Amran, Rabu (19/3/2025) di Sentra Budi Daya dan Pengolahan Ikan Patin Sipujuk Farm, Kelurahan Kotopanjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, menyerahkan bantuan untuk 32 kelompok tani budidaya ikan, dengan total bantuan natura berupa bibit ikan, pakan ikan, mesin air, timbangan dan peralatan lainnya senilai total Rp500 juta.
“Saya berharap untuk kebutuhan konsumsi ikan air tawar bagi warga Kota Padang, kita tak perlu lagi mendatangkan dari luar Kota Padang. Kalau bisa, produksi ikan budidaya bisa memenuhi kebutuhan warga Padang dan daerah lain di Sumatera Barat,” ujar Fadly Amran.

Tampak hadir Guru Besar dan Pakar Peternakan dari Universitas Andalas Padang Prof Dr James Hellyward, pengusaha Budidaya dan Pengolahan Ikan Patin Sipujuk Farm Zulkifli, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Guswardi.
Fadly menjelaskan, untuk program nasional Makan Bergizi Gratis untuk anak sekolah di Kota Padang, membutuhkan protein ikan. Karena itu, bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Padang ini bisa sebagai pemicu supaya budidaya ikan lebih bertumbuh kembang. Tidak hanya protein ikan, program Makan Bergizi Gratis juga membutuhkan banyak sayuran dan hasil pertanian lain. “Saya berharap untuk program Makan Bergizi Gratis, semua kebutuhan tercukupi dari hasil produksi pertanian masyarakat,” jelas wali kota Padang itu.
Wali Kota Fadly berharap masyarakat jangan mendiamkan masalah yang dialaminya, tapi harus dikomunikasikan, sehingga ada solusinya. Masyarakat Kota Padang harus sejahtera. Padang punya program BPJS Kesehatan gratis. “Warga Kota Padang dengan KTP Kota Padang, berobat gratis. Kelompok masyarakat yang bergerak di budidaya ikan juga kita bantu, mulai dari bantuan bibit, pakan, dan bantuan peralatan,” tambahnya.
Wali Kota Padang Fadly Amram foto bersama mewakili 32 penerima bantuan natura senilai Rp500 juta. (Foto Yurnaldi)
Dalam dialog, petani mengeluhkan sulit dan mahalnya pakan ikan, mesti harga ikan tak pernah turun. Hanya saja, dengan harga pakan yang relatih mahal, keuntungan bagi petani semakin tipis. “Pemerintah Kota Padang kalau punya pabrikan pakan ikan, untuk jangka panjang mungkin bisa membantu petani,” kata seorang petani.
Pengusaha budidaya ikan patin Sipujuk Farm Zulkifli mengtatakan, untuk kebutuhan pakan ikan, dia memproduksi sendiri, dengan produksi pakan sebanyak 5 ton untuk kebutuhan sendiri. “Dengan memproduksi pakan sendiri, memang biaya jauh lebih murah,” ungkapnya.
Areal kolam pembibitan dan pembesaran ikan patin/ikan dori Sipujuk Farm, di Kota Padang. (Foto Yurnaldi)
Bagi petani yang ingin budi daya ikan patin, Sipujuk Farm juga menjual bibit dengan harga yang jauh lebih murah dibanding beli ke daerah lain, yakni Rp90/ekor ukuran satu inchi. Bagi pedagang dan rumah makan yang butuh ikan patin segar, lanjut Zulkifli, pihaknya juga menyediakan ikan berbagai ukuran berat, tergantung kebutuhan konsumen.
Dalam kesempatan itu Zulkifli juga menyampaikan harapan kepada Wali Kota Fadly Amran agar membantu pengaspalan jalan dari jalan utama yang sudah diaspal ke Sentra Budi Daya dan Pengolahan Ikan Patin si Pujuk, sepanjang lebik kurang 150 meter. “Jika Pak Wali Kota membantu, biar setengahnya saya yang bantu. Karena sentra budi daya ikan terbesar di Kota Padang ini tempat pejabat berkunjung dan petani ikan, serta mahasiswa magang,” ujarnya.
Sipujuk Farm di lahan seluas 900 meter persegi juga menjual benih ikan patin, juga punya banyak komlam pembesaran ikan patin, sekaligus pengolahan ikan patin asap, yang dipasok ke jabodetabek dengan merk Ikan Patin Asap Si Pujuk.(YURNALDI)




