Viral Joget di Dapur MBG, Pengelola SPPG Minta Maaf; BGN Beri Teguran dan Hentikan Operasional

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Hendrik Irawan, pria yang viral karena berjoget di dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas aksinya yang menuai sorotan.

Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun TikTok miliknya dan turut ditayangkan ulang di YouTube KompasTV.

“Saya Hendrik dari SPPG Pangauban, saya memihon maaf kepada netizen yang terus menghujat saya walau saya sudah klarifikasi,” ungkap Hendrik.

Iklan

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto selaku penggagas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saya pun mau mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku simbol negara selaku pimpinan tertinggi,” ucapnya.

Hendrik menegaskan tidak memiliki niat untuk melecehkan program pemerintah tersebut.

“Saya tidak ada niat untuk melecehkan program bapak Prabowo Subianto, tidak ada sedikitpun saya untuk melecehkan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sebelumnya, Hendrik menjadi sorotan publik setelah video dirinya berjoget diiringi musik di dalam ruangan berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia juga sempat memamerkan keuntungan dari program itu sebesar Rp 6 juta per hari.

Akibat kejadian tersebut, Hendrik mengungkapkan bahwa operasional SPPG yang dikelolanya dihentikan sementara oleh BGN. Ia mengaku tidak menyangka aksinya akan berdampak luas.

“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru hara. Emang sih ini kesalahan saya, gitu ya. Saya tidak mematuhi protokol, saya nge-dance itu di ruangan tempat saya yang benar-benar saya tidak menyangka akan se-viral ini,” ujarnya.

BACA JUGA  Platform Digital Wajib Nonaktifkan Akun Anak di Bawah 16 Tahun, PP Tunas Mulai Berlaku 28 Maret

Penutupan sementara itu juga berdampak pada para relawan yang terlibat dalam operasional dapur.

“Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, yang tidak akan produksi untuk tanggal 31 (Maret). Jadi mungkin inilah dampaknya saya terlalu frontal. Tapi saya juga tidak menyalahkan netizen,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan pihaknya telah menindaklanjuti kasus tersebut dengan memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan.

“Kami lagi tugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk bertemu,” kata Nanik kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).

“Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras,” imbuhnya.

Nanik mengaku menyayangkan tindakan tersebut, terlebih dilakukan di lingkungan dapur MBG tanpa alat pelindung diri (APD).

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” ujarnya.

Ia juga menyoroti konten yang dibuat di dalam dapur tanpa memperhatikan standar operasional.

“Mengapa harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nanik mengungkapkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian pada SPPG tersebut.

“Kebetulan setelah dicek dapurnya ternyata layout-nya salah dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)-nya tidak benar, jadi kita suspend,” katanya.

BGN menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap seluruh mitra SPPG guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. (*/Rel)

BACA JUGA  Prabowo Minta Kualitas MBG Ditingkatkan, BGN Siap Tutup SPPG yang Tak Layak
spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses