ALINIANEWS.COM (Washington D.C.) – Sebuah kecelakaan udara tragis terjadi di dekat Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington D.C., pada Rabu malam (29/1), sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Pesawat komersial American Airlines bertabrakan dengan helikopter militer Black Hawk milik Angkatan Darat Amerika Serikat di ketinggian sekitar 1.200 kaki sebelum keduanya jatuh ke Sungai Potomac, menyebabkan korban jiwa dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran.
Pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 5342, jenis Bombardier CRJ700, sedang dalam pendekatan akhir menuju bandara dengan membawa 60 penumpang dan empat awak. Pesawat ini berangkat dari Chicago O’Hare International Airport dengan tujuan Washington D.C. Sementara itu, helikopter UH-60 Black Hawk yang mengangkut tiga tentara tengah menjalankan misi pelatihan rutin di area tersebut.
Menurut laporan resmi dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA), sekitar 30 detik sebelum tabrakan, petugas pengendali lalu lintas udara sempat menanyakan kepada pilot helikopter apakah mereka melihat jet yang mendekat. Namun, tidak ada respons yang diterima sebelum tabrakan terjadi.

Akibat insiden ini, kedua pesawat jatuh ke Sungai Potomac, menyebabkan operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan sekitar 300 personel, termasuk tim dari Penjaga Pantai AS dan petugas pemadam kebakaran. Hingga saat ini, setidaknya 18 jenazah telah ditemukan, termasuk beberapa korban yang masih berada di dalam badan pesawat. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah. Tim penyelamat terus bekerja di tengah suhu dingin sekitar 2°C dan kondisi air yang keruh untuk menemukan korban selamat.
Presiden Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi upaya tim penyelamat. “Ini adalah tragedi yang sangat besar. Pemerintah akan memastikan penyelidikan menyeluruh dilakukan dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan terjadi di masa depan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah memulai penyelidikan atas insiden ini. Penyidik sedang menganalisis rekaman percakapan kokpit serta data penerbangan untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, semua penerbangan di Bandara Nasional Ronald Reagan dihentikan sementara hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kecelakaan ini mengingatkan pada insiden serupa pada tahun 1982, ketika sebuah pesawat jatuh ke Sungai Potomac setelah lepas landas dalam badai salju, menewaskan banyak penumpang. Tragedi terbaru ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan dan koordinasi antara penerbangan sipil serta militer, terutama di wilayah udara padat seperti Washington D.C.




