spot_img
spot_img

Seluruh SPBU Swasta Sepakat Negosiasi Pembelian BBM dengan Pertamina

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan seluruh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta kini sepakat melakukan negosiasi dengan Pertamina terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) murni atau base fuel.

“Semua sudah bernegosiasi sekarang. Sebelumnya kan ada yang belum, sekarang yang belum itu sudah bernegosiasi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, usai Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi di Monas, Jakarta, Jumat (24/10).

Laode menyebut langkah tersebut menjadi kemajuan dalam proses negosiasi pembelian BBM murni. Sebelumnya, hanya beberapa SPBU swasta yang sudah menjalin komunikasi dengan Pertamina, seperti PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)–AKR Corporindo Tbk, pengelola SPBU bp.

Iklan

“Kalau informasi terakhir yang saya dapat dari Pertamina, semua sudah bernegosiasi. Kalau sebelumnya kan ada satu yang masih belum. Sekarang sudah semuanya bernegosiasi,” katanya.

Meski seluruh SPBU swasta telah memulai pembicaraan, Laode mengaku belum dapat mengungkapkan hasil akhir negosiasi tersebut. Ia menegaskan, hasil final baru akan diumumkan setelah BBM resmi tersedia di masing-masing SPBU.

“Tapi hasil akhirnya seperti apa nanti kita tunggu. Dia sampai dulu di SPBU-nya baru kita sampaikan,” ucapnya.

Menurut Laode, ada tiga perusahaan yang sudah mencapai kesepakatan untuk membeli BBM dari Pertamina. Namun, ia belum bersedia mengumumkan nama-nama perusahaan tersebut.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan Ditunda, Yaqut Jelaskan Alasan Pembagian Kuota Haji

Selain itu, salah satu poin penting dalam negosiasi kali ini adalah kesepakatan mengenai pengecekan kualitas BBM di titik awal pengiriman atau loading port.

“Itu (pengecekan di loading port) menjadi titik penting dalam negosiasi terakhir, yang disepakati sekarang,” ujar Laode.

Sebelumnya, beberapa SPBU swasta sempat mengalami gangguan pasokan. Sejak pertengahan Oktober, SPBU milik Vivo dilaporkan kekurangan stok BBM, menyusul kondisi serupa di SPBU Shell dan bp yang sudah terjadi sejak Agustus.

Pemerintah kemudian mendorong agar seluruh pengelola SPBU swasta bekerja sama dengan Pertamina untuk menjaga stabilitas pasokan nasional.

Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa Vivo dan bp-AKR telah sepakat menindaklanjuti kerja sama impor BBM ke tahap pembicaraan teknis.

“Setelah menuai kesepakatan badan usaha swasta ihwal pemenang pengadaan, maka akan dibicarakan terkait aspek komersial dan inspeksi bersama yang dilakukan,” jelas Roberth.

Ia menambahkan, proses pembelian dan pengiriman BBM dilakukan secara terkoordinasi antara tiga badan usaha swasta agar lebih efisien.

“Proses tersebut berjalan dengan kesepakatan dari tiga badan usaha swasta tersebut, sebab pengiriman kargo dalam satu pengadaan yang sama dan tidak terpisah-pisah,” tuturnya.

Di sisi lain, Laode mengungkapkan bahwa mekanisme lelang dalam proses negosiasi juga telah diubah. Jika sebelumnya dilakukan serentak, kini mekanisme dibuat secara individual antara Pertamina dan masing-masing badan usaha swasta.

BACA JUGA  Menguatkan Evaluasi dan Kolaborasi untuk Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Jadi terakhir kan kemarin lelang. Lelang itu basisnya menggunakan seluruh yang mengusulkan lelang satu kali. Nah, sekarang sedang dirubah mekanismenya. Jadi masing-masing badan perusahaan swasta nanti yang berkomitmen dengan Pertamina,” terangnya.

Menurutnya, perubahan mekanisme itu dilakukan untuk menghindari kendala teknis yang kerap muncul ketika lelang digelar secara gabungan.

“Jadi, nggak satu dikumpul lagi. Nanti masing-masing di-treatment satu-satu, karena ternyata begitu digabung tuh tiga masuk, satu udah lolos, satunya mundur. Nah ini proses lelang ini kan nggak bisa terpecah-pecah, harus menyatu terus. Makanya sekarang diubah,” jelas Laode.

Ia optimistis, dengan perubahan mekanisme dan intensifnya komunikasi antara Pertamina dan SPBU swasta, proses negosiasi bisa rampung pada akhir Oktober.

“Mungkin hari Jumat insyaallah itu sudah ada hasil yang lebih konkret. Pertamina secara private antara masing-masing Pertamina dengan badan swasta. (Akhir Oktober) optimis, nanti kita tunggu saja,” tutupnya. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses