ALINIANEWS.COM (Padang) Sako Academy mengadakan diskusi bertajuk Sako Academy Experience dengan tema Introducing to Film Producing. Diskusi yang digelar di Kopigo Pondok, Padang, menghadirkan Sheila Timothy, produser film ternama, dan dipandu oleh Arief Malinmudo, sineas asal Sumatera Barat. Padang, 14 Januari 2025.
Sheila Timothy, yang dikenal melalui film Tabula Rasa, mengungkapkan bahwa kegiatannya di Sumatera Barat juga terkait dengan produksi film dokumenter di Air Terjun Nyarai, Lubuk Alung, Padang Pariaman. Dalam diskusi, Sheila memperkenalkan anggota tim produksi dari LIKELIFE Picture yang sudah berpengalaman di industri perfilman.
“Ya, benar, seperti yang disampaikan Uda Arif, saya sedang ada proyek film dokumenter di Air Terjun Nyarai, Padang Pariaman,” ungkap Sheila. Ia juga menambahkan bahwa dirinya menginisiasi diskusi Sako Academy tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sineas lokal. “Waktu sampai di Padang, saya langsung kontak Uda Arif untuk bertemu dengan sineas di sini (Sumatera Barat),” ujarnya.
Kegiatan ini menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pegiat film, penikmat film, kritikus, presenter, hingga jurnalis. Sheila mengajak peserta untuk aktif bertanya agar materi yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan audiens.

“Diskusi seperti ini penting untuk menyalurkan pengetahuan praktis tentang industri perfilman,” tutur Sheila di tengah sesi tanya jawab yang berlangsung hangat.
Arief Malinmudo, sutradara film Surau dan Silek, Liam dan Laila, serta Perjalanan Pertama, menyoroti minimnya perkembangan industri perfilman di Sumatera Barat. Menurutnya, provinsi ini memiliki potensi besar, mengingat Bapak Film Nasional, Usmar Ismail, berasal dari Minangkabau.
“Kita mengakui bahwa industri film di Sumatera Barat masih belum ada. Dengan kehadiran Lala (sapaan akrab Sheila Timothy), kita bisa mendapat pencerahan tentang bagaimana membangun industri film di sini. Apalagi, Bapak Film Nasional itu orang Minangkabau,” ujar Arief.
Ia juga berharap perguruan tinggi seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Universitas Negeri Padang (UNP), dan Universitas Andalas (Unand) dapat berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat tentang ekonomi kreatif melalui industri film.Dalam diskusi tersebut, Arief menekankan bahwa film tidak hanya soal cinta atau drama, tetapi juga bisa menjadi media untuk menyampaikan nilai-nilai sosial, budaya, dan agama. Hal ini diamini oleh salah satu peserta, Muhammad Yasir, yang pernah berkuliah di UIN Imam Bonjol Padang.
“Saya ingin menyampaikan dakwah melalui film,” ujar Yasir saat ditanya alasannya tertarik dengan dunia perfilman.
Dengan antusiasme peserta dari berbagai latar belakang, diskusi ini menjadi bukti bahwa memproduksi film membutuhkan pemahaman mendalam, tidak sekadar hobi menonton.




