spot_img
spot_img

Saat Kritik Menggema, HMD GEMAS Tetap Bekerja: Mengawal MBG Demi Masa Depan Generasi Indonesia

Saat Kritik Menggema, HMD GEMAS Tetap Bekerja: Mengawal MBG Demi Masa Depan Generasi Indonesia

Oleh : Drs.H.Marlis,MM, C.Med ( Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar )

Di tengah derasnya kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), satu kenyataan di lapangan kerap luput dari sorotan: ribuan pengelola dapur dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tergabung dalam Himpunan Mitra Dapur Gizi Sehat (HMD GEMAS) terus bekerja tanpa henti memastikan makanan bergizi sampai ke tangan anak-anak Indonesia.

Iklan

Bagi HMD GEMAS, MBG bukan sekadar program pemerintah. Ia adalah amanah sosial sekaligus investasi peradaban.

Sejak awal pelaksanaan MBG, HMD GEMAS mengambil peran strategis sebagai mitra pelaksana sekaligus pengawal mutu di tingkat akar rumput. Organisasi ini aktif membina dapur sehat, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan, hingga mendorong kepatuhan terhadap regulasi, termasuk sertifikasi halal dan pelatihan penyelia.

Di berbagai daerah, HMD GEMAS hadir langsung mendampingi SPPG—mulai dari pengadaan bahan baku, penyusunan menu berbasis gizi seimbang, hingga penguatan tata kelola operasional. Semua dilakukan agar setiap porsi yang disajikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kualitas.

Namun di saat kerja lapangan terus berjalan, kritik terhadap MBG justru kerap dibangun dari asumsi, potongan informasi media sosial, hingga narasi spekulatif yang jauh dari realitas operasional.

“Demokrasi memang membutuhkan kritik, tetapi kritik yang sehat harus berpijak pada fakta lapangan, bukan prasangka,” tegas Dr. Drs. H. Yadiman, SH, MM, Ketua Umum DPP HMD GEMAS Indonesia.

BACA JUGA  Surya Paloh: Koalisi Permanen Bisa Dipertimbangkan, Dukungan ke Prabowo 2029 Masih Dikaji

Menurut Yadiman, banyak kritik mengabaikan proses panjang yang dijalani para mitra dapur di daerah: mulai dari fluktuasi harga pangan, keterbatasan pasokan bahan berkualitas, hingga tantangan distribusi di wilayah terpencil. Padahal, MBG berjalan dalam sistem resmi yang melibatkan kementerian teknis, DPR, serta pengawasan Badan Pemeriksa Keuangan.

“Mengatakan MBG tanpa kontrol itu keliru. Ada perencanaan, ada audit, ada pengawasan. Yang kita butuhkan adalah penyempurnaan bersama, bukan kecurigaan yang dibangun dari luar lapangan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Yusuf Efendi, SH, Sekretaris Jenderal DPP HMD GEMAS Indonesia, menegaskan bahwa fokus utama HMD GEMAS saat ini adalah memperkuat kapasitas seluruh SPPG agar benar-benar memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami terus melakukan pendampingan intensif kepada SPPG, mulai dari aspek manajemen dapur, standar kebersihan, kualitas bahan pangan, hingga tata kelola distribusi. Tujuannya satu: memastikan setiap SPPG berjalan sesuai standar BGN dan mampu menjaga kualitas layanan secara konsisten,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, penguatan tersebut dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, evaluasi rutin, serta penyelarasan prosedur kerja SPPG dengan pedoman teknis BGN, sehingga mutu layanan dapat terjaga dari hulu hingga hilir.

“SPPG adalah ujung tombak MBG. Karena itu, kualitas SPPG harus betul-betul terjaga. Kami ingin memastikan tidak ada kompromi terhadap standar, karena yang kita layani adalah anak-anak bangsa,” tegasnya.

BACA JUGA  Sidang Praperadilan Ditunda, Yaqut Jelaskan Alasan Pembagian Kuota Haji

Sebagai organisasi yang berada di garis depan pelaksanaan, HMD GEMAS menjadikan setiap tantangan sebagai ruang evaluasi kolektif. Model pengawasan berbasis komunitas pun terus dikembangkan untuk memastikan transparansi dan keberlanjutan program.

Lebih dari sekadar program makan, MBG dipandang HMD GEMAS sebagai investasi lintas generasi. Pemenuhan gizi anak hari ini menentukan kualitas kecerdasan, kesehatan publik, dan daya saing bangsa di masa depan.

“Ini bukan soal popularitas kebijakan. Ini soal masa depan Indonesia. Kita sedang menanam fondasi generasi emas. Maka kritik yang bertanggung jawab adalah kritik yang menyempurnakan, bukan menggagalkan,” pungkas Yadiman.

Di balik riuh opini dan polemik, HMD GEMAS memilih tetap bekerja. Dari dapur-dapur sederhana di desa hingga pusat kota, mereka menjaga api pengabdian tetap menyala—mengantar gizi, menumbuhkan harapan, dan merawat masa depan Indonesia, satu porsi demi satu porsi. (*/ Marlis – Ketua DPW HMD GEMAS Sumbar)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses