JAMBI, ALINIANEWS.COM — Alhamdulillah, langkah nyata Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menemukan pijakan kuat di daerah. Setelah resmi disetujui oleh Badan Gizi Nasional (BGN), usulan lokasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Asri Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, langsung ditindaklanjuti dengan kerja lapangan..Pada Minggu, 22 Februari 2026, Drs. H. Marlis, MM, selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia, didampingi Tim Teknis, Musa Tokoh Masyarakat Rimbo Bujang, serta Wahyono Sekcam Rimbo Bujang turun langsung melakukan survei lokasi sekaligus koordinasi dengan Sartim, Kepala Desa Purwodadi, serta Ayu Ningsih, selaku Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Tebo via handphone. Kegiatan ini menjadi penanda awal dimulainya fase implementasi konkret MBG di wilayah Rimbo Bujang.
Dalam kesempatan tersebut, Sartim, Kades Purwodadi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas rencana pembangunan SPPG di wilayahnya.
“Kami Pemerintah Desa Purwodadi sangat menyambut baik dan mendukung penuh pembangunan SPPG ini. Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak, kehadiran SPPG juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi warga desa kami,” ujar Sartim.

Dibangun Baru, Bukan Renovasi
Sebagai informasi, SPPG Alinia Purwodadi merupakan unit ke-9 yang dikelola oleh Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia, menegaskan konsistensi dan pengalaman yayasan dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara profesional dan berkelanjutan. SPPG Alinia Purwodadi dipastikan dibangun baru dari nol, bukan hasil renovasi bangunan lama. Keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh aspek teknis, sanitasi, alur produksi, hingga standar keamanan pangan benar-benar sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) resmi dari BGN. Pembangunan dirancang dengan target waktu yang terukur dan realistis, yakni 45 hari kerja, sehingga diharapkan SPPG ini dapat segera beroperasi dan melayani masyarakat sesuai mandat Program MBG.
MBG: Dari Kebijakan ke Aksi Nyata
Pembangunan SPPG Alinia Purwodadi bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah wujud nyata dari semangat MBG: menghadirkan negara sampai ke desa, memastikan pemenuhan gizi anak bangsa, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Ke depan, SPPG ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi — melibatkan petani, UMKM pangan, tenaga kerja lokal, serta pemerintah desa — sehingga manfaat MBG tidak hanya dirasakan dalam bentuk asupan gizi, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Optimisme dan Doa Bersama
Drs. H. Marlis, MM, yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat, menegaskan bahwa pembangunan SPPG Alinia Purwodadi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam mengawal MBG agar benar-benar menyentuh masyarakat hingga ke pelosok desa.
> “SPPG Alinia Purwodadi ini bukan sekadar bangunan, tetapi instrumen pengabdian. Kami ingin memastikan MBG berjalan sesuai juknis BGN, tepat sasaran, dan memberi dampak ganda: gizi anak terpenuhi, ekonomi lokal bergerak, dan kepercayaan publik terhadap program nasional semakin kuat,” tegas Marlis.
Dengan sinergi antara Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia, pemerintah desa, SPPI, serta dukungan penuh BGN, pembangunan SPPG Alinia Purwodadi diyakini akan berjalan lancar. Insyaallah, dalam beberapa hari ke depan proses pembangunan fisik segera dimulai. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari amal kebajikan bersama, sekaligus kontribusi nyata dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.
Ajakan Kolaborasi Mitra MBG Lintas Daerah
Pembangunan SPPG Alinia Purwodadi ini sekaligus menjadi ajakan terbuka untuk seluruh Mitra MBG lintas daerah — baik pemerintah daerah, yayasan, komunitas, pelaku UMKM pangan, petani, maupun unsur masyarakat sipil — untuk bersama-sama memperkuat ekosistem Program Makan Bergizi Gratis.
Kolaborasi, sinergi, dan kepatuhan terhadap juknis BGN adalah kunci agar MBG benar-benar berjalan berkelanjutan, berintegritas, dan memberi manfaat luas bagi rakyat. Setiap daerah memiliki potensi, setiap mitra memiliki peran, dan setiap kontribusi adalah bagian dari ikhtiar besar membangun generasi sehat dan unggul.
Spirit MBG bukan sekadar program — ia adalah gerakan, harapan, dan masa depan bangsa. (*/Marlis)




