spot_img
spot_img

Ratusan Warga Padang Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja Fiktif Bermodus Mall Baru

Sejumlah korban penipuan penerimaan lowongan kerja melapor ke Polsek Pauh, Kota Padang, Minggu (15/6/2025).

PADANG, ALINIANEWS.COM – Ratusan pencari kerja di Kota Padang, Sumatera Barat, menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja palsu yang mencatut nama salah satu pusat perbelanjaan besar di daerah tersebut. Para korban diminta menyetor uang antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah sebagai syarat mendapatkan pekerjaan yang ternyata fiktif.

Kasus ini mencuat pada Minggu malam (16/6/2025), saat ratusan korban mendatangi rumah salah satu terduga pelaku bernama Vivi di kawasan Koto Parak, Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh. Namun pelaku tidak ditemukan di lokasi. Para korban kemudian berbondong-bondong melapor ke Polsek Pauh.

Iklan

“Saya tertipu Rp 600.000. Selain saya, ada ratusan orang lainnya yang jadi korban,” ungkap Diana Arifin (19), salah satu korban yang ditemui di rumah neneknya di Kelurahan Pisang, Senin (16/6/2025).

Modus penipuan ini berkedok rekrutmen karyawan untuk pusat perbelanjaan baru, yakni Basko City Mall, yang berada di Jalan By Pass Padang. Pelaku menjanjikan pekerjaan tetap bagi para pelamar, namun dengan syarat membayar sejumlah uang terlebih dahulu.

Kapolsek Pauh, AKP Nasirwan, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penipuan yang melibatkan sedikitnya empat pelaku terhadap puluhan warga.
“Kami sudah menerima laporan dari sejumlah korban. Saat ini kasus sudah dilimpahkan ke Polresta Padang,” ujar Nasirwan.

BACA JUGA  Bersama Menjaga Kehidupan: HMD GEMAS Sumbar Kerahkan SPPG untuk Menolong Warga Korban Bencana

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang, AKP M. Yasin, menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

“Kami sudah siapkan personel yang akan menangani kasus ini. Proses hukum harus ditegakkan demi memberikan keadilan terhadap korban,” tegas Yasin, Senin (16/6/2025).
Namun demikian, lanjut Yasin, penyidikan akan membutuhkan keterangan dari seluruh korban agar kasus ini dapat diusut tuntas, termasuk mengidentifikasi seluruh pelaku yang terlibat.

“Oleh karenanya, kami butuh keterangan dari seluruh korban supaya kasus ini menjadi terang. Siapa pelakunya, berapa jumlahnya, dan bagaimana modus yang digunakan,” jelasnya.
Menurut informasi yang beredar di media sosial, jumlah korban mencapai ratusan orang dengan kerugian yang bervariasi, tergantung pada nominal yang telah disetorkan.

Ajakan Melapor

Yasin mengimbau semua warga Kota Padang yang merasa menjadi korban untuk segera melapor ke Unit I Tindak Pidana Umum Polresta Padang.

“Kami imbau untuk melapor. Dari laporan itu, kami akan menginventarisir berapa jumlah korban, berapa kerugian, dan bagaimana alur penipuan yang terjadi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa timnya, termasuk Tim Klewang, akan mengusut kasus ini hingga tuntas sesuai prosedur hukum. Untuk membuat laporan, warga hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas resmi lainnya, serta memberikan keterangan rinci mengenai kronologi kejadian.

Respons Warga

Penipuan ini memicu kemarahan masyarakat. Selain menggeruduk rumah terduga pelaku pada Minggu malam, massa juga kembali mendatangi Kantor Polsek Pauh pada Senin dini hari (16/6/2025), mendesak agar pelaku segera ditangkap dan kasus ditangani secara serius.

BACA JUGA  Lima Tersangka Korupsi Kredit Kelompok Tani di Siak Resmi Ditahan, Kerugian Negara Capai Rp9,9 Miliar

Korban tersebar di berbagai kecamatan di Kota Padang, menandakan bahwa sindikat ini diduga beroperasi secara sistematis. Kini, harapan para korban hanya satu: pelaku segera tertangkap dan mereka mendapatkan keadilan. (kompas/chl)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses