Peluncuran 37 buku, dengan rincian 17 karya penulis Indonesia dan 20 buku karya penulis/sastrawan dari 24 negara peserta yang hadir pada International Minangkabau Literacy Festival. Berikut buku yang dibahas Yurnaldi:
Oleh YURNALDI

Penyair, Penulis, dan Wartawan Utama. Wakil Ketua DPD SatuPena Sumatera Barat. Pemimpin Redaksi alinianews.com.

Judul Buku : Sang Pejuang Cinta
Karya /Penulis : Suandri Rasman (Lie Seng Lok)
Editor/Penyusun: Sastri Bakry dan Ramli Djafar
Tebal Buku : xxviii + 378 halaman
Penerbit : Pustaka Artaz, Tahun 2025
Bagi saya buku Sang Pejuang Cinta ini sungguh mengejutkan dan bikin kagum. Pertama, saya baru kenal dengan penyair Suandri Rasman atau lebih dikenal Lie Seng Lok, yang ternyata seorang penyair berumur panjang. Meninggal dalam usia 95 tahun (1918-2013). Beliau penyair tertua yang pernah ada di Sumatera Barat. Sekarang penyair tua yang masih hidup adalah Rusli Marzuki Saria, kini berusia 89 tahun.
Kedua, saya beruntung diberi kesempatan menyelami puisi-puisi karya Suandri Rasman, yang bukunya diluncurkan hari ini dalan acara Internastional Minangkanau Literacy Festival (IMLF) ke-3 Tahun 2025.
Peserta yang hadir peluncuran buku. (Foto NAL/alinianews.com)
Dalam waktu yang amat terbatas untuk membedah karya-karya dalam buku Sang Pejuang Cinta ini, yang ingin hendak saya katakan adalah, bahwa sebanyak 361 puisi dalam buku ini dibuat dalam masa setelah tahun 2000 (tepatnya dimulai tahun 2001-2010). Apakah sebelum tahun 2000 penyair ini sudah menulis, tapi kumpulan catatan puisinya tak ditemukan, atau puisinya sebatas yang ditemukan catatannya oleh editor/penyusun? Walau puisinya bertiti masa 2001-2010, terlihat penyair ini produktif dan kreatif. Dalam masa sembilan tahun, bisa menulis lebih 361 puisi.
Saya mencermati, bahwa puisi-puisi karya Suandri Rasman memiliki kekuatan, karena mampu menyampaikan emosi, gagasan, dan pengalaman secara padat namun mendalam. Ia bisa menggugah perasaan, menggambarkan realitas, atau memantik tafsir baru melalui keindahan bahasa, irama dan simbol.
Peserta serius mendengarkan paparan saat bedah buku.
Menurut hemat saya, puisi-puisi penyair Suandri Rasman sungguh bagus dan kuat, karena:
(1) bahasanya kuat dan tepat, serta indah. Kata-kata dipilih dengan cermat dan memiliki kekuatan makna, bunyi, atau imaji. Satu kata bisa memuat banyak makna, tetapi juga mendukung suasana, nada, dan irama.
(2) menggugah emosi atau pemikiran. Puisi-puisi karya Suandri Rasman mampu membuat pembaca merasa berpikir, bahkan setelah puisi selesai dibaca.
(3) memiliki kedalaman makna. Puisi yang baik seringkali terbuka untuk beragam interprestasi, tidak dangkal atau terlalu gamblang. Mengandung lebih dari satu lapisan makna. Ia bisa dibaca secara literal, simbolik, atau metaforis, dan membuka ruang refkleksi bagi pembaca
(4) struktur dan bentuk mendukung isi. Ritme,bait, rima (jika ada), dan bentuk lainnya memperkuat pesan puisi, bukan sekadar hiasan.
(5) keaslian suara. Ada keunikan dalam cara penyair memandang atau menyuarakan sesuatu,
(6) kekuatan imaji dan perasaan. Puisi karya Suandri mampu membangkitkan imajinasi dan emosi pembaca. Gambarannya hidup, walau terkadang tanpa menyebutkan secara langsung.
(7) irama dan musikalitas. Walaupun tidak selalu berima, puisi Suandri memiliki irama yang enak mengalir saat dibaca. Unsur bunyi. Seperti aliterasi atau asonansi, sering jadi bagian dari keindahannya. Terakhir, (8) diksi yang tepat dan kuat. Kata-kata dalam puisi-puisi karya Suandri tidak hanya sesuai makna, tetapi juga mendukung suasana, nada dan irama.
Saya kutipkan sebuah puisi:
Panas Sehari
Puisi Suandri Rasman
Mudah meluncur kata “cinta”
Dari lidahmu yang tak berdosa
Sudahkah kau selami maknanya
Menuntut pengabdian pada kesetiannya
Pernahkah kau singkap tabir hatimu
Menyimak dasar akarnya tumbuh
Ataukah
Ia lahir di mata manja
Menatap hanya bentuk luarnya saja
Di seluruh pelosok dunia
Di bawah sinar bulan pernama
Berkumandang ucapan cinta
Dari sejuta
Murni
Entah berapa
Sudikah kau kini bersemedi
Dalam sunyi menanyakan diri
Sejalan meyakinkan sendiri
Apakah cintamu bukan panas sehari?
November, 2004




