Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Catat Capaian Signifikan di Riau, Kepri, dan Sumatera Barat
Pekanbaru, 31 Desember 2025 – Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan progres nyata dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat Indonesia. Hingga akhir 2025, capaian pelaksanaan MBG di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat memperlihatkan dinamika yang beragam—mulai dari wilayah dengan progres sangat baik hingga daerah yang masih memerlukan percepatan signifikan.
Capaian Program MBG per Provinsi (Update 31 Desember 2025)

1️⃣ Provinsi Riau
Total Target Penerima: 2.010.204 jiwa
Realisasi Penerima: 1.077.209 jiwa
Capaian: 53,6%
Infrastruktur Dapur MBG:
Rencana: 677 dapur
Beroperasi: 497 dapur (73%)
2️⃣ Provinsi Kepulauan Riau
Total Target Penerima: 605.150 jiwa
Realisasi Penerima: 474.708 jiwa
Capaian: 78,44% (tertinggi di regional Sumatera)
Infrastruktur:
Dapur beroperasi: 172 unit
Rencana dapur: 305 unit
3️⃣ Provinsi Sumatera Barat
Total Target Penerima: 1.626.753 jiwa
Realisasi Penerima: 748.398 jiwa
Capaian: 46% (terendah di antara tiga provinsi)
Infrastruktur:
Rencana Dapur MBG: 551 unit
Telah beroperasi: 274 unit
Capaian operasional: 49,73%
Perbandingan Kinerja Antar Provinsi
Provinsi Capaian Penerima Dapur Aktif Catatan
Kepulauan Riau 78,44% 172 Terbaik dan paling stabil
Riau 53,6% 497 Infrastruktur kuat, perlu percepatan
Sumatera Barat 46% 274 Perlu evaluasi menyeluruh
Pernyataan Kepala KPPG Pekanbaru
Dr. Syartiwidya, STP, M.Si, Kepala KPPG Pekanbaru, menegaskan bahwa capaian MBG 2025 menjadi fondasi penting menuju penguatan layanan gizi nasional.
> “Capaian ini adalah hasil kerja kolaboratif lintas sektor. Namun ke depan, kita harus bergerak lebih cepat dan lebih presisi. Tahun 2026 akan menjadi fase akselerasi, dengan fokus pada percepatan operasional dapur, penguatan SDM, serta pengawasan mutu layanan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan Tegas Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat
Sementara itu, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Provinsi Sumatera Barat, menyampaikan sikap kritis dan evaluatif terhadap capaian Sumbar yang masih berada di posisi terbawah dibanding dua provinsi lainnya.
> “Secara jujur kami belum merasa puas, bahkan cukup prihatin. Capaian Sumatera Barat baru berada di angka 46 persen, terendah dibanding Riau dan Kepulauan Riau. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” tegas Marlis.
Ia menambahkan bahwa persoalan utama terletak pada belum rampungnya pembangunan dapur SPPG, bahkan di sejumlah lokasi ditemukan tidak adanya progres sama sekali, termasuk pada wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
> “Fakta di lapangan menunjukkan ada titik-titik SPPG yang stagnan, bahkan tidak bergerak sama sekali. Ini tentu sangat memprihatinkan, karena menyangkut hak dasar anak-anak bangsa terhadap gizi yang layak,” lanjutnya.
Oleh karena itu, HMD GEMAS Sumatera Barat secara tegas meminta Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat untuk segera melakukan evaluasi total terhadap seluruh progres pembangunan SPPG, khususnya di wilayah Sumatera Barat.
> “Kami mendorong BGN agar tidak ragu mengambil langkah tegas. Jika ditemukan mitra yang tidak memiliki komitmen dan tidak menunjukkan progres nyata, maka titik tersebut harus ditutup dan dialihkan kepada mitra lain yang lebih siap, lebih serius, dan memiliki komitmen kuat,” ujar Marlis.
Ia menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum kebangkitan MBG di Sumatera Barat.
> “Tahun 2026 tidak boleh lagi berjalan biasa-biasa saja. Harus ada lompatan besar. HMD GEMAS siap berdiri di garis depan untuk memastikan program MBG benar-benar hadir, bekerja, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Arah Strategis MBG 2026
Fokus utama ke depan meliputi: Percepatan penyelesaian dapur SPPG aktif, Evaluasi total mitra yang tidak progresif, Penguatan kolaborasi pusat–daerah–mitra lokal, Prioritas wilayah 3T, Digitalisasi dan transparansi pemantauan
Penutup
Program MBG bukan sekadar angka statistik, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dengan sinergi yang kuat, evaluasi yang tegas, dan komitmen bersama, Indonesia diyakini mampu mewujudkan generasi sehat, unggul, dan berdaya saing global. (*/Redaksi)




