JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Hubungan Indonesia dan Inggris bersiap memasuki babak baru. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer akan menyepakati penguatan kerja sama strategis yang mencakup sektor pertahanan, keamanan, hingga ekonomi dan lingkungan.
Kesepakatan tersebut akan dituangkan dalam peluncuran strategic partnership yang telah menjadi komitmen kedua pemimpin sejak pertemuan terakhir mereka pada tahun lalu.
“Ini merupakan dokumen kunci, inisiatif kunci, yang akan diluncurkan kali ini,” kata Jermey dalam wawancara yang diterima CNNIndonesia, Selasa (20/1).

Menurut Jermey, kemitraan strategis Indonesia–Inggris itu dirancang dalam empat pilar utama. “Dan itu terdiri dari empat bagian, yaitu pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi yang menjadi prioritas bagi para pemimpin, rakyat, dan masyarakat, serta iklim, energi, dan alam,” ujarnya.
Rencana penguatan kerja sama ini juga dikonfirmasi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Ia menyebut Prabowo dan Starmer akan membahas sejumlah kesepakatan penting yang bertujuan memperdalam hubungan bilateral kedua negara.
Dalam rangkaian agenda kunjungannya ke Inggris, Prabowo juga dijadwalkan bertemu Raja Charles III di St James Palace. Pertemuan tersebut akan difokuskan pada isu lingkungan hidup dan pelestarian alam, yang menjadi perhatian bersama Indonesia dan Inggris di tingkat global.
Tak hanya agenda kenegaraan, Prabowo juga akan melakukan pertemuan strategis dengan kalangan pendidikan dan dunia usaha. Jermey menyebut, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Wakil Ketua Russel Group Universities, konsorsium universitas terkemuka di Inggris, untuk membahas potensi pembukaan salah satu kampus mereka di Indonesia.
Selain itu, Prabowo juga akan berdialog dengan para pelaku bisnis Inggris, membuka peluang kerja sama investasi dan memperluas kemitraan ekonomi kedua negara.
Serangkaian pertemuan ini menandai langkah diplomasi aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo, sekaligus mempertegas posisi Inggris sebagai mitra strategis dalam isu pertahanan, ekonomi, pendidikan, dan agenda global berkelanjutan. (*/Rel)




