JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memamerkan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam forum bergengsi World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Di hadapan para pemimpin dunia, Prabowo menegaskan bahwa program tersebut telah menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut program MBG telah membuka lebih dari 600 ribu lapangan kerja, khususnya di sektor dapur penyedia makanan.
“Kami menciptakan lebih dari 600.000 pekerjaan hanya di dapur-dapur,” ujar Prabowo.

Tak hanya itu, program unggulan pemerintahannya tersebut melibatkan lebih dari 61 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi dalam rantai pasoknya.
Target 1,5 Juta Lapangan Kerja
Prabowo optimistis jumlah tenaga kerja yang terserap akan terus bertambah seiring perluasan program. Ia menargetkan 1,5 juta lapangan kerja langsung tercipta dari program MBG.
“Pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 juta pekerjaan langsung dengan para vendor dan pemasok. Bahkan akan ada lebih dari satu juta mata pencaharian lain yang ikut terdampak,” jelasnya.
Menurut Prabowo, program ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga strategi ekonomi nasional untuk mendorong pertumbuhan dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Target Produksi 82,9 Juta Porsi per Hari
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan ambisi besar pemerintah dalam skala produksi makanan bergizi. Ia menargetkan program MBG mampu menyajikan 82,9 juta porsi makanan per hari.
Ia bahkan membandingkan capaian tersebut dengan raksasa industri makanan cepat saji dunia.
“McDonald’s membutuhkan 55 tahun untuk mencapai 68 juta porsi per hari. Kami berharap bisa mencapai 82,9 juta porsi sebelum akhir 2026,” kata Prabowo.
Menurutnya, target tersebut bisa tercapai lebih cepat dari rencana awal.
“Orang-orang saya bilang, tidak Pak, kita bisa capai sebelum Desember. Jadi semoga itu benar,” tambahnya optimistis.
Prabowo menegaskan, program MBG menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Bahkan untuk ibu hamil dan lansia yang tinggal sendiri, makanan diantarkan langsung ke rumah.
“Untuk ibu hamil dan menyusui, kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka. Hal yang sama juga dilakukan untuk para lansia yang tinggal sendiri,” ungkapnya.
Dalam forum WEF tersebut, Prabowo menegaskan bahwa kebijakan sosial pemerintah tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
“Kebijakan sosial harus meningkatkan produktivitas dan menciptakan pertumbuhan. Inilah yang sedang kami lakukan melalui program Makan Bergizi Gratis,” tegasnya.
Program MBG menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo yang dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM secara masif. (*/Rel)




