Prabowo Minta Kualitas MBG Ditingkatkan, BGN Siap Tutup SPPG yang Tak Layak

JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Prabowo Subianto meminta agar kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus ditingkatkan. Ia menegaskan, tidak boleh ada lagi makanan yang tidak layak disajikan dalam program tersebut.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan komitmennya untuk memperkuat standar layanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pesan khusus Presiden pada hari raya Idulfitri agar BGN meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan layanan SPPG. SPPG yang kurang memadai agar ditutup sementara dan segera dilakukan perbaikan serta peningkatan kualitas,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Iklan

Sebagai langkah konkret, BGN telah membentuk satuan khusus yang bertugas memantau pelaksanaan sertifikasi di seluruh SPPG. Pada tahap awal, pengawasan difokuskan pada tiga sertifikasi utama, yakni Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Dadan menegaskan, ketiga sertifikasi tersebut menjadi fondasi utama dalam menjamin keamanan, kebersihan, dan kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat.

“Setelah ketiga sertifikasi terpenuhi, akan meningkat ke sertifikasi terkait kualitas SDM SPPG, baik koki, penjamah makanan, dan analisis lingkungan,” kata Dadan.

Selain pengawasan sertifikasi, BGN juga menyiapkan sistem klasifikasi atau gradasi SPPG berdasarkan kelengkapan standar yang dimiliki. Sistem ini diharapkan mampu menciptakan standar mutu yang terukur sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

BACA JUGA  KUNCI MENJADI ORANG SUKSES: BUKAN SOAL SIAPA KAMU, TAPI APA YANG KAMU LAKUKAN SETIAP HARI

Dadan menjelaskan, pihaknya telah membentuk Tim Klasifikasi SPPG internal yang bertugas melakukan penilaian awal terhadap unit-unit dapur MBG di berbagai daerah.

Langkah ini diambil sembari menunggu pembentukan lembaga atau institusi akreditasi SPPG secara nasional. Nantinya, lembaga tersebut akan menjadi otoritas dalam memastikan standar layanan terpenuhi secara menyeluruh dan terintegrasi.

“Sebelum lembaga atau institusi akreditasi SPPG terbentuk, BGN akan membentuk secara khusus tim klasifikasi SPPG internal sekaligus mempersiapkan secara sistematis menghadapi lembaga atau institusi akreditasi eksternal,” ujar Dadan.

Menurutnya, upaya ini merupakan bagian dari strategi BGN untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan optimal, aman, dan sesuai dengan standar nasional maupun internasional. (*/Rel)

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses