Pernyataan Celios Soal MBG Tetap Berjalan Saat Libur Dinilai Keliru, Perlu Diluruskan Agar Tidak Menyesatkan Publik

JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Pernyataan lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) yang menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur dinilai sebagai informasi yang keliru dan berpotensi menyesatkan publik.

Sejumlah mitra pelaksana program MBG di berbagai daerah menegaskan bahwa selama hari libur sekolah, distribusi makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak dilaksanakan, karena sasaran utama program ini adalah peserta didik di satuan pendidikan.

Karena itu, narasi yang menyebut MBG tetap berjalan selama masa libur dinilai tidak sesuai dengan mekanisme operasional program yang selama ini diterapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Iklan

Para pelaksana di lapangan mengingatkan agar publik berhati-hati dalam menyampaikan analisis maupun komentar terkait program strategis nasional tersebut, karena informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Ketua DPW Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) Sumatera Barat, Drs. H. Marlis, MM, menegaskan bahwa secara operasional dapur SPPG memang mengikuti kalender kegiatan sekolah.

“Perlu kami luruskan bahwa distribusi MBG dilakukan pada hari efektif belajar. Ketika sekolah libur, maka secara otomatis tidak ada kegiatan distribusi makanan kepada siswa. Jadi pernyataan yang menyebut MBG tetap berjalan saat libur jelas tidak sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Marlis.

Ia menilai narasi yang tidak akurat mengenai program MBG berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terhadap program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.

BACA JUGA  Tito Desak Daerah Percepat Data Rumah Rusak, Pemerintah Targetkan 37 Ribu Huntap untuk Korban Bencana Sumatera

Menurut Marlis, ribuan relawan, tenaga dapur, ahli gizi, hingga pelaku UMKM yang terlibat dalam ekosistem MBG bekerja berdasarkan standar operasional yang jelas dan terukur, termasuk terkait jadwal distribusi makanan kepada penerima manfaat.

“Kami berharap setiap pihak yang memberikan komentar terhadap program MBG benar-benar memahami mekanisme operasionalnya terlebih dahulu. Kritik tentu boleh, namun harus berbasis data dan fakta, bukan asumsi yang dapat menyesatkan publik,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga objektivitas informasi terkait program MBG, karena program ini bukan sekadar agenda pemerintah, tetapi juga menyangkut kepentingan jutaan anak Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui rantai pasok pangan lokal.

“Program MBG memberikan dampak langsung kepada petani, peternak, nelayan, UMKM, serta ribuan tenaga kerja lokal yang terlibat dalam operasional dapur SPPG. Karena itu, informasi yang berkembang di ruang publik harus disampaikan secara akurat dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Para pelaksana program di daerah berharap polemik akibat informasi yang tidak tepat ini dapat segera diluruskan agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

“Kalau bukan kita yang meluruskan informasi yang keliru, siapa lagi,” pungkas Marlis. (*/Redaksi )

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

1 KOMENTAR

  1. Cair banyak nih keknya dari NGO wkwk menggiring opini publik banget mbak haha, MBG pada saat libur sekolah itu ya libur lah gak ada distribusi, bayangin siapa yang nerima nya coba haha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses