JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Pemerintah menargetkan swasembada gula nasional dengan mencanangkan revitalisasi lahan tebu lebih dari 300 ribu hektare dalam tiga tahun ke depan. Program ini ditujukan untuk mencapai swasembada gula putih konsumsi pada 2026 dan swasembada gula industri pada 2028.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan produksi tebu menjadi kunci utama untuk mendongkrak produksi gula nasional. Ia menilai target tersebut realistis dan tidak berlebihan, merujuk pada keberhasilan pemerintah mempercepat capaian swasembada beras.
“Sepertinya meragukan saya. Dulu meragukan saya. Dulu swasembada beras kan empat tahun. Terus jadi satu tahun, tinggal dua hari,” kata Amran saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (29/12/2025).

Amran menjelaskan strategi utama yang akan ditempuh adalah pembongkaran dan peremajaan tanaman tebu tua atau ratun, yang saat ini masih mendominasi perkebunan tebu nasional. Dari total sekitar 500 ribu hektare lahan tebu di Indonesia, sekitar 86 persen merupakan tanaman ratun dengan tingkat produktivitas yang telah menurun.
“Langkah-langkahnya adalah pertama, ratun ini sudah 86 persen itu harus dibongkar. Sekarang kita akan bongkar berturut-turut tiga tahun, 2025, 2026, 2027. Itu kurang lebih 300-an ribu hektare,” ujar Amran.
Ia optimistis, jika peremajaan lahan tebu tersebut berjalan sesuai rencana, target swasembada gula putih dapat tercapai.
“Kalau itu jadi kenyataan, insyaallah, gula putih swasembada,” tambahnya.
Selain pembenahan di sisi hulu, pemerintah juga akan melakukan perbaikan dan revitalisasi pabrik gula (PG) milik badan usaha milik negara (BUMN). Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan rendemen atau persentase gula yang dihasilkan dari tebu.
“Oh iya, iya dong, diperbaiki pabriknya. Itu mutlak. Kan, setiap tahun biasa diperbaiki,” kata Amran.
Saat ini, rendemen gula nasional berada di kisaran 7 persen, yang menurut Amran sudah tergolong baik. Namun, dengan peremajaan tanaman dan peningkatan kinerja pabrik gula, pemerintah menargetkan efisiensi dan produktivitas pengolahan tebu dapat terus ditingkatkan.
Amran menegaskan, pencapaian swasembada gula juga berarti menghentikan ketergantungan pada impor gula kristal putih yang selama ini masih dilakukan oleh BUMN untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. (*/Rel)




