spot_img
spot_img

“Peluang dan Tantangan Program MBG — Menyongsong Generasi Emas Indonesia”

“Peluang dan Tantangan Program MBG — Menyongsong Generasi Emas Indonesia”

Oleh : Drs.H.Marlis,MM.C.Med ( Ketua DPW HMD GEMAS Sumatera Barat )

Program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar kebijakan bantuan pangan. Ia merupakan strategi besar nasional untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Di balik setiap piring makanan bergizi untuk anak sekolah, tersimpan cita-cita luhur untuk melahirkan bangsa yang kuat dan bermartabat.

Iklan

Peluang: Membuka Jalan Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan

1. Lapangan Kerja Baru yang Luas

Program MBG membuka ribuan kesempatan kerja bagi masyarakat. Dari juru masak (chef), ahli gizi, petani, peternak, hingga pelaku UMKM penyedia bahan pangan — semua berperan penting dalam rantai pemenuhan gizi anak bangsa. Setiap dapur MBG yang berdiri menjadi pusat kegiatan ekonomi baru di tengah masyarakat.

2. Geliat Ekonomi Daerah

Kebutuhan bahan pangan yang besar untuk program ini mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal. Petani mendapatkan pasar yang pasti, peternak dan nelayan memperoleh kepastian harga, sementara pelaku usaha kecil mendapat peluang untuk berkontribusi. Program ini membawa semangat baru bagi kebangkitan ekonomi desa dan daerah.

3. Investasi Gizi untuk Masa Depan

Lebih dari sekadar memberi makan, MBG adalah investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia. Anak-anak yang terpenuhi gizinya akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan berdaya saing tinggi — modal utama untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA  Malaysia Sebut Belum Terima Permintaan Ekstradisi Riza Chalid dari Indonesia

Tantangan: Jalan Panjang Menuju Keberlanjutan

1. Keterbatasan SDM Berkualitas

Tenaga ahli gizi, chef profesional, dan pengelola dapur skala besar masih terbatas. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan program pelatihan terpadu dan berkelanjutan.

Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia bersama Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas (HMD GEMAS) tampil di garda depan, menyiapkan tenaga profesional melalui pelatihan penjamah makanan, cook helper, hingga chef de partie. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi SDM bagi keberhasilan MBG di seluruh pelosok negeri.

2. Ketersediaan Bahan Pangan dalam Skala Besar

Kebutuhan akan buah, sayur, ayam, ikan, telur, dan susu dalam jumlah besar sering kali terkendala oleh keterbatasan pasokan dan fluktuasi harga. Diperlukan integrasi antara sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta dukungan koperasi pangan agar rantai pasok berjalan efisien dan stabil.

3. Tata Kelola dan Distribusi yang Efektif

Keberhasilan program MBG juga bergantung pada sistem distribusi yang akurat, cepat, dan transparan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta mutlak dibutuhkan untuk memastikan bahwa setiap anak di pelosok Nusantara mendapatkan makanan bergizi tepat waktu dan berkualitas.

Gotong Royong Nasional: Semua Pihak Harus Turun Tangan

Program MBG adalah gerakan kebangsaan, bukan sekadar proyek pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor — pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, yayasan sosial, dan masyarakat — untuk mencari solusi bersama.

BACA JUGA  Prabowo Rehabilitasi Tiga Pejabat ASDP, Pemerintah dan DPR Ungkap Alasan serta Prosesnya

Sebagaimana disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto:

> “Tidak ada kemajuan tanpa ketahanan pangan, dan tidak ada ketahanan pangan tanpa rakyat yang bergizi dan sehat.”

Sementara itu, Marlis, Ketua Dewan Pembina Yayasan Alinia Entrepreneur Indonesia sekaligus Ketua HMD GEMAS Sumatera Barat, menegaskan:

> “Kita tidak boleh hanya menjadi pelaksana, tapi juga pencipta solusi. SDM yang unggul dan bahan pangan yang cukup adalah kunci agar program MBG berjalan lancar dan berkelanjutan, utk itu peran Organisasi Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas ( HMD GEMAS ) menjadi sangat penting sebagai Mitra Strategis dari Badan Gizi Nasional ( BGN ), terutama dlm perumusan Kebijakan, Implementasi maupun Pengawasan SPPG di seluruh Indonesia”.

” Dari Dapur ke Masa Depan”

Program MBG sedang menulis babak baru sejarah bangsa. Ia bukan sekadar urusan makan, melainkan perjuangan moral untuk membangun peradaban yang menghargai kesehatan, keadilan sosial, dan gotong royong. Dari dapur-dapur MBG di seluruh pelosok Indonesia, tercium aroma perjuangan — aroma yang menguatkan semangat menuju Indonesia yang sehat, mandiri, dan bermartabat. Karena sejatinya, setiap sendok nasi bergizi yang disantap anak-anak hari ini adalah secercah cahaya untuk masa depan negeri. (*/Marlis Alinia )

 

 

spot_img

Latest news

- Advertisement -spot_img

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses