JAKARTA, ALINIANEWS.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan gas elpiji (LPG) ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mulai kembali berjalan. Pemerintah mengalihkan rute distribusi LPG untuk mempercepat suplai ke lokasi-lokasi yang hingga kini masih dalam tahap pemulihan.
“Elpiji juga sudah mulai berjalan sekalipun belum maksimal. Karena sekarang tadinya untuk Tapteng, Nias, Sibolga, itu mengambilnya dari Dumai. Sekarang kita ubah, mengambil stok elpijinya kita ambil dari Sumbar,” kata Bahlil di Istana, Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Menurutnya, cuaca menjadi faktor penentu kelancaran distribusi ke daerah-daerah yang akses jalannya masih terdampak bencana. Ia berharap kondisi akan semakin membaik dalam dua hari ke depan.

“Insyaallah kalau cuacanya baik, Jumat–Sabtu semua sudah bisa lebih membaik,” ujarnya.
Selain memastikan suplai LPG, Bahlil juga melaporkan bahwa pemulihan jaringan listrik di wilayah bencana berjalan signifikan. Ia menargetkan seluruh wilayah yang terdampak sudah kembali mendapat aliran listrik paling lambat pada Sabtu.
“Listrik di lokasi bencana sudah kita pastikan menyala kembali paling lambat Sabtu besok,” kata Bahlil.
Dalam laporan terbarunya kepada Presiden Prabowo Subianto, Bahlil juga menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) relatif aman di sebagian besar wilayah Sumatra.
“Sekarang untuk minyak, BBM, tadi saya telepon Pak Bupatinya, Pak Masinton, itu sudah 60 persen normal. Saya kan tadi malam baru pulang dari sana,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat kini difungsikan sebagai pusat distribusi energi untuk wilayah terdampak, guna mempercepat pengiriman baik LPG maupun BBM.
“Jadi, Sumbar sekarang menjadi hub supaya semuanya bisa terdistribusi,” tambahnya.
Pemerintah terus memantau proses distribusi energi dengan melibatkan pemerintah daerah dan BUMN energi. Bahlil menyebutkan bahwa langkah cepat perubahan jalur distribusi diambil untuk memastikan tidak ada wilayah yang terputus pasokannya.
Dengan pengalihan pasokan LPG ke Sumbar serta percepatan perbaikan jaringan listrik dan BBM, pemerintah optimistis keadaan darurat energi di wilayah bencana dapat segera teratasi. (*/Rel)




