JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya, menyampaikan duka mendalam atas insiden mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak guru dan puluhan siswa di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12).
“Menyampaikan keprihatinan, turut berduka, atas peristiwa yang terjadi. BGN menyesalkan peristiwa ini terjadi dan tentu saja peristiwa tersebut akan kami evaluasi,” ujar Sony saat meninjau lokasi kejadian.
Sony memastikan BGN telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memberikan perawatan maksimal kepada seluruh korban.
“BGN akan menanggung biaya pengobatan tersebut,” tegasnya.

Kronologi: Mobil Tiba-Tiba Tembus Pagar dan Menabrak Kerumunan Siswa
Menurut data awal, total 1 guru dan 19 siswa menjadi korban dalam insiden tersebut. Rekaman CCTV menunjukkan mobil melaju dari arah Jalan Kalibaru Timur III, menghantam pagar sekolah, lalu menerobos ke lapangan tempat siswa berkumpul.
Wakil Kepala Sekolah SDN Kalibaru 01 Pagi, Turah, menjelaskan bahwa saat kejadian, siswa kelas 1 hingga 6 sedang mengikuti kegiatan pembiasaan literasi pagi. Lapangan dipenuhi oleh anak-anak berseragam merah putih yang sedang membaca buku yang mereka bawa.
“Hari Kamis ini pembiasaannya adalah literasi. Literasi itu membaca. Anak-anak bawa satu buku satu siswa, kita baca, tampil, biasanya begitu. Kita budayakan membaca seperti itu,” jelas Turah.
Namun sekitar pukul 06.30 WIB, suasana mendadak berubah ketika mobil MBG datang dan kehilangan kendali.
“Itu tiba-tiba si mobil ini nabrak gerbang. Dan nabrak guru kami satu sama anak-anak,” kata Turah.
Dia juga mengungkapkan bahwa mobil MBG biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 06.00 WIB. Namun hari itu, kendaraan datang terlambat, dan pengemudinya bukan orang yang biasa membawa distribusi MBG.
“Pengemudinya beda,” ujarnya.
Begitu kejadian terjadi, guru dan siswa yang tertabrak langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Pengemudi mobil telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
Turah menyebut suasana sekolah sempat kacau karena banyak siswa yang ketakutan dan menangis.
“Intinya kami menolong sebisa kami,” kata Turah.
“Iya, semuanya panik. Sampai sempat pada nangis juga, anak-anak pada nangis,” tambahnya.
BGN menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait sistem distribusi MBG untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi. (*/Rel)




