JAKARTA, ALINIANEWS.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan pemerintah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah atau school kit ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatra. Pengiriman paket bantuan dilakukan secara bertahap sembari menunggu pendataan kerusakan sekolah yang masih berlangsung.
Mu’ti mengatakan data kerusakan sekolah, khususnya di Sumatra Barat, telah mulai dihimpun namun belum dapat diumumkan secara rinci.
“Saya belum bisa menyampaikan mengenai jumlah kerusakan sekolah, tapi yang nanti ini sudah ada di dalam data kami untuk di Sumatra Barat,” ujarnya dalam acara Insight Politic CNN Indonesia, Selasa (2/12).
Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan 510 paket school kit SD dan 50 paket untuk SMP yang akan dikirim ke Kabupaten Agam.
“Untuk tahap pertama kita rencananya akan mengirimkan school kit untuk 510 paket dan school kit untuk SMP 50 paket ini di Kabupaten Agam,” kata Mu’ti.

Selanjutnya, Kota Padang Panjang dan Kota Padang masing-masing akan menerima 495 paket. Ia memastikan bantuan lain, seperti tenda darurat untuk ruang belajar sementara, akan disesuaikan kondisi lapangan.
“Kemudian di Kota Padang Panjang itu 495 paket school kit dan di Kota Padang itu juga 495 paket school kit. Nanti yang lain-lain yang pendirian tenda dan sebagainya tentu akan mengikuti perkembangan yang ada,” ucapnya.
School kit yang dikirim berisi buku bacaan, buku pelajaran, dan perlengkapan belajar lain yang dapat digunakan anak-anak selama masa pemulihan.
Mu’ti menambahkan bahwa Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) juga menyiapkan sedikitnya 50 paket buku bacaan untuk anak-anak di pengungsian.
“Yang itu mudah-mudahan bisa, ya memang tidak mencukupi, tapi paling tidak bisa menjadi bagian dari kegiatan … untuk belajar itu,” ujarnya.
Selain penyaluran school kit, Kemendikdasmen mengalokasikan anggaran Rp13,3 miliar untuk pemulihan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat — tiga wilayah yang mengalami bencana besar dengan korban meninggal mencapai 753 orang (data BNPB per 3 Desember 2025).
“Atas nama pribadi dan Kemendikdasmen saya menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat yang terdampak musibah,” ujar Mu’ti melalui laman resmi Puslapdik, Rabu (3/12).
Ia menegaskan bahwa kementerian juga membuka partisipasi publik melalui Unit Pengumpul Zakat Badan Amil Zakat Nasional (UPZ Baznas) Kemendikdasmen.
“Kami juga menghimpun dana melalui UPZ Baznas Kemendikdasmen, bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban terdampak bencana,” tambahnya.
Kemendikdasmen kini berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah untuk memverifikasi kondisi sekolah yang rusak.
“Ketika data akurat sudah terkumpul, berikutnya kita bisa menyusun langkah-langkah untuk bagaimana agar pembelajaran bisa dilakukan,” kata Mu’ti.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong-royong membantu para korban, seraya memastikan dukungan psikososial akan diberikan kepada anak-anak terdampak.
“Seperti melakukan pendampingan psikososial untuk anak-anak dan memprioritaskan sekolah terdampak agar mendapatkan bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di tahun depan,” ujarnya. (*/Rel)




