SAMARINDA, ALINIANEWS.COM — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Samarinda tetap berlangsung. Namun, selama masa libur sekolah, penerima manfaat diminta mengambil paket makanan langsung ke sekolah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Koordinator Wilayah Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Samarinda, Hariyono, mengatakan penyaluran MBG selama libur Nataru menggunakan skema khusus berupa paket kering. Skema ini diterapkan agar program tetap berjalan meski kegiatan belajar mengajar diliburkan sementara.
“Untuk Samarinda, selama libur Nataru kami menggunakan skema libur paket kering,” kata Hariyono saat diwawancarai, Kamis (19/12/2025).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, MBG disalurkan melalui kombinasi makanan siap santap dan paket kering yang dapat dibawa pulang oleh siswa. Makanan siap santap diberikan pada Senin dan Kamis, sementara paket kering disalurkan pada Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu.
“Pengambilannya dilakukan di sekolah, bukan di dapur umum. Kami berharap siswa bisa datang sesuai jadwal agar distribusi berjalan lancar,” ujarnya.
Menurut Hariyono, paket kering tetap disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang, yang mencakup roti, susu, buah, protein hewani, dan protein nabati. Skema ini mulai diterapkan sejak dimulainya libur sekolah.
Di SMA Negeri 2 Samarinda, libur sekolah dimulai setelah pembagian rapor pada 19 Desember 2025. Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 5 Januari 2026. Meski demikian, sejumlah kegiatan sekolah seperti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) dan class meeting tetap berlangsung selama masa libur.
Ketua Kelas XII A SMA Negeri 2 Samarinda, Laura Salsabila (17), mengatakan MBG selama ini tetap berjalan meski kegiatan pembelajaran tidak berlangsung penuh. Karena itu, siswa berharap program tersebut tetap dapat dinikmati selama masa transisi menuju libur panjang.
“Biasanya MBG tetap ada walaupun masih ada kegiatan sekolah. Kami berharap ke depan tetap bisa dilanjutkan dengan skema yang jelas selama libur Nataru,” ujar Laura.
Ia menilai MBG memberikan dampak positif bagi siswa, tidak hanya dalam pemenuhan gizi tetapi juga membantu meringankan pengeluaran harian pelajar. “Dengan adanya MBG, banyak teman-teman yang bisa menghemat uang jajan. Alhamdulillah, manfaatnya terasa sekali,” katanya.
Laura juga mengapresiasi peningkatan variasi menu MBG dalam sebulan terakhir. “Seperti kemarin ada stik ayam, kentang, sampai mi ayam dan bakmi. Harapannya variasi seperti ini bisa dipertahankan, termasuk selama masa libur,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan Sabi, siswa kelas II SMK Negeri 2 Samarinda. Menurutnya, MBG menjadi dukungan penting bagi siswa, terutama menjelang akhir semester yang padat kegiatan.
“Kami berharap MBG tetap berjalan selama libur dengan pengaturan yang rapi, supaya manfaatnya tetap bisa dirasakan,” kata Sabi.
Sementara itu, dari pihak sekolah, Tim Humas SMA Negeri 2 Samarinda, Purnasih, mengaku masih menunggu informasi resmi terkait teknis pelaksanaan MBG selama libur Natal dan Tahun Baru. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara sekolah dan penyelenggara program.
“Libur dimulai setelah pembagian rapor tanggal 19 Desember dan siswa masuk kembali tanggal 5 Januari. Kami berharap ada kejelasan dari tim MBG agar pelaksanaannya bisa menyesuaikan dengan agenda sekolah,” ujarnya.
Menurut Purnasih, meski kegiatan belajar mengajar diliburkan, aktivitas siswa tetap berjalan melalui kegiatan sekolah. Karena itu, ia berharap skema MBG yang diterapkan tidak mengganggu jalannya kegiatan tersebut.
“Kami juga berharap kualitas sajian MBG terus ditingkatkan, khususnya dari sisi variasi menu. Anak-anak tentu lebih semangat kalau menunya beragam, tanpa mengurangi nilai gizinya,” katanya.
Program MBG diharapkan tetap menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi pelajar di Samarinda, sekaligus mendukung kesiapan siswa menghadapi semester berikutnya meski berada di tengah masa libur panjang. (*/Rel)




